BANYUWANGI — Desakan keras disampaikan PROMEG (PRO MEGA) Banyuwangi kepada jajaran struktural PDI Perjuangan, mulai dari DPC, DPD hingga DPP. PROMEG meminta partai segera memanggil Desy Prakasiwi untuk memberikan klarifikasi sekaligus mengambil sikap tegas apabila dalam persoalan tersebut ditemukan pelanggaran terhadap AD/ART maupun aturan internal partai.
Pernyataan tersebut disampaikan Mbah Geger, perwakilan PROMEG Banyuwangi. Menurutnya, persoalan yang berkaitan dengan kader partai tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan, terlebih apabila telah menyentuh persoalan marwah dan disiplin organisasi.
“PROMEG berharap DPC, DPD dan DPP PDI Perjuangan segera memanggil yang bersangkutan, Desy Prakasiwi. Kalau memang ada persoalan yang berkaitan dengan aturan partai, harus ada pernyataan dan sikap yang tegas. Jangan sampai marwah partai yang notabene dikenal sebagai partainya wong cilik justru tercoreng,” tegas Mbah Geger.
PROMEG: Aturan Partai Jangan Tebang Pilih
Mbah Geger menilai, AD/ART dan aturan internal partai seharusnya menjadi pedoman bagi seluruh kader tanpa memandang jabatan, kedekatan maupun posisi politik.
Menurutnya, apabila benar terdapat tindakan yang bertentangan dengan ketentuan organisasi, maka PDI Perjuangan harus menunjukkan ketegasan melalui mekanisme internal yang berlaku.
“Jangan sampai aturan hanya tajam kepada kader tertentu, tetapi tumpul kepada yang lain. Kalau memang terbukti ada pelanggaran, partai harus berani mengambil sikap. Ini menyangkut marwah organisasi,” ujarnya.
PROMEG Banyuwangi, lanjut Mbah Geger, masih memberikan kesempatan kepada jajaran PDI Perjuangan untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara internal dan bermartabat.
Namun, apabila tidak terdapat respons yang jelas, PROMEG menyatakan siap menyampaikan aspirasi secara langsung.
Tak Ada Tanggapan, PROMEG Siap Gelar Aksi
Mbah Geger menegaskan bahwa PROMEG Banyuwangi tidak menutup kemungkinan menggelar aksi di Kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi apabila tuntutan untuk mendapatkan kejelasan tidak mendapatkan tanggapan.
“Kalau tidak ada tanggapan, PROMEG Banyuwangi akan demo ke Kantor DPC PDI Perjuangan Banyuwangi. Kami juga akan bersurat kepada DPP PDI Perjuangan. Ini bentuk keseriusan kami agar persoalan ini tidak dianggap angin lalu,” tegasnya.
Ia juga menyebut PROMEG siap membawa aspirasi tersebut ke tingkat DPP sebagai bentuk pengawalan terhadap persoalan yang dinilai menyangkut kehormatan dan marwah partai.
“Jangan Sampai Marwah Partai Diinjak-Injak”
Lebih jauh, Mbah Geger menegaskan bahwa kritik yang disampaikan PROMEG bukan bertujuan untuk menjatuhkan PDI Perjuangan.
Sebaliknya, menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk perhatian agar partai tetap menjaga disiplin, aturan dan kepercayaan masyarakat.
“Ini bukan persoalan siapa yang kuat dan siapa yang lemah. Ini persoalan aturan. Kalau ada kader yang diduga melanggar, partai harus berani memanggil dan meminta penjelasan. Jangan sampai ada kesan seorang kader kebal terhadap aturan,” katanya.
Mbah Geger juga melontarkan kritik keras terhadap apa yang ia sebut sebagai “kader karbitan” yang dinilai tidak boleh sampai menggerus marwah organisasi.
“PDI Perjuangan adalah partai besar dan punya sejarah panjang. Jangan sampai marwah partai diinjak-injak oleh kader karbitan. Kalau ada yang salah, ya harus berani ditegur. Kalau perlu diberikan tindakan sesuai aturan organisasi,” tegasnya.
Menurut PROMEG, ketegasan partai justru akan menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan serius menjaga kehormatan dan konsistensi terhadap aturan internal.
“Partai harus menunjukkan bahwa aturan berlaku untuk semua. Jangan sampai rakyat melihat ada ketidakadilan di dalam tubuh partai. Kami akan terus mengawal persoalan ini,” pungkas Mbah Geger.
Catatan Redaksi: Pernyataan terkait dugaan pelanggaran AD/ART maupun penilaian terhadap Desy Prakasiwi dalam berita ini merupakan pernyataan dari PROMEG Banyuwangi melalui Mbah Geger.
MataDunia.co.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebutkan demi memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.












