BANYUWANGI — Perwakilan PROMEG Banyuwangi, Mbah Geger, mendesak Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk mengambil sikap tegas terhadap kader yang dinilai tidak loyal serta tidak menjalankan disiplin dan etika organisasi partai.
Mbah Geger menegaskan, sebagai kader PDI Perjuangan sekaligus bagian dari perjalanan sejarah partai, dirinya tidak ingin melihat adanya kader yang mengabaikan aturan, etika, dan garis politik yang telah menjadi keputusan bersama.
“Saya sebagai kader PDI Perjuangan sekaligus pelaku sejarah tidak terima kalau ada kader yang sudah melanggar etika dan tidak loyal kepada partai. AD/ART itu bukan sekadar tulisan di atas kertas. Setiap kader wajib menjunjung disiplin, loyalitas, serta patuh terhadap garis politik dan keputusan partai,” tegas Mbah Geger.
Menurutnya, hak pribadi setiap kader untuk bertemu dengan siapa pun memang harus dihormati. Namun, ketika seseorang memiliki amanah dan posisi strategis di dalam partai, maka setiap tindakan politik juga tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab, etika, dan loyalitas terhadap organisasi.
“Bertemu dengan siapa pun adalah hak pribadi. Tetapi ketika dalam satu keluarga ada amanah strategis di partai, lalu sikap politik berjalan sendiri, maka persoalannya bukan lagi sekadar hak pribadi. Ini menyangkut etika dan loyalitas terhadap partai,” ujarnya.
Mbah Geger mengingatkan, PDI Perjuangan tidak dibangun untuk melahirkan kader yang berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, kader banteng harus mampu berdiri dalam satu barisan ketika partai telah menentukan arah perjuangan politiknya.
“Jangan sampai rumah tangga satu, tetapi garis politiknya dua. Kader banteng bukan dibentuk untuk berjalan paling depan sendirian. Kader banteng dibentuk untuk tegak dalam satu barisan ketika partai menentukan arah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pertemuan suami Desy Prakasiwi dengan Joko Widodo yang menurutnya perlu menjadi perhatian serius partai, terutama apabila pertemuan dan sikap politik tersebut dipandang berkaitan dengan dukungan terhadap Gibran.
“Ini yang harus dijawab secara terbuka. Kalau memang ada sikap politik yang bertentangan dengan garis partai, jangan kemudian persoalan tersebut dianggap sepele. Partai harus punya sikap yang jelas,” kata Mbah Geger.
Untuk itu, PROMEG Banyuwangi meminta Megawati Soekarnoputri tidak mengabaikan suara kader di tingkat bawah dan berani mengambil keputusan apabila memang ditemukan pelanggaran terhadap disiplin serta aturan organisasi.
“Kami meminta Ibu Megawati mendengarkan suara kader di bawah. Jangan sampai loyalitas hanya menjadi slogan. Kalau aturan berlaku, maka harus berlaku untuk semua. Ketegasan diperlukan untuk menjaga marwah dan soliditas PDI Perjuangan,” pungkas Mbah Geger.
Merdeka!
redaksi/mbah geger











