Blitar Matadunia.co.id Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmad Tamim (Gus Tamin) menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan green house skala kecil bagi petani kecil.Pada Rabo malam 1 April 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Wisata Kampung Coklat dan dihadiri oleh puluhan petani serta masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan ini, Ahmad Tamim menekankan pentingnya inovasi dalam sektor pertanian, khususnya bagi petani kecil yang menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan cuaca,
keterbatasan lahan, dan fluktuasi hasil panen.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan green house skala kecil dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan produktivitas serta menjaga kualitas hasil pertanian.
“Green house skala kecil ini sangat cocok diterapkan oleh petani kecil karena tidak membutuhkan biaya besar, namun mampu memberikan hasil yang lebih stabil dan berkualitas,” ujar Ahmad Tamim dalam sambutannya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan praktik langsung mengenai cara pembuatan serta pengelolaan green house sederhana. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pemanfaatan teknologi sederhana dalam pertanian modern.
Ahmad Tamim berharap melalui sosialisasi ini, para petani dapat lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian. Ia juga berkomitmen untuk terus mendorong program-program pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani di Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat sektor pertanian lokal serta mendukung ketahanan pangan daerah melalui inovasi yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
Melalui pendekatan ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi dalam pengelolaan lahan, tanpa harus bergantung pada teknologi yang rumit atau biaya yang tinggi.
“Selain itu, program ini juga mendorong kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas lokal, guna menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.”pungkasnya.
(Red/Suwandi)












