Pesan Ayah Ibu kepada Anak – Anaknya

  • Bagikan

Banyuwangi

‎”Di balik setiap langkah seorang anak, ada dua sosok yang tak selalu tampak di depan mata—ibu dan ayah. Ibu, dengan kasihnya yang tak terhingga, adalah pelita yang menyala dalam gelap. Ia rela menjadi bara, agar anaknya tak merasa dingin dalam malam-malam yang sunyi. Ayah, dengan diamnya yang kokoh, adalah akar yang mencengkeram tanah kehidupan. Ia tak banyak bicara, tapi setiap langkahnya adalah doa yang tak pernah lelah menyertai.

Kasih ibu bukan hanya pada pelukannya, tapi pada makanan yang ia siapkan meski tubuhnya lelah. Kasih ayah bukan hanya pada nasihatnya, tapi pada keringat yang ia teteskan di bawah terik matahari, demi masa depan yang lebih baik untuk anak-anaknya.

‎Namun, di zaman yang serba cepat ini, sering kali kita lupa. Kita sibuk mengejar dunia, sampai lupa bahwa dua sosok itu mulai menua. Rambut mereka memutih, langkah mereka melambat—sementara kita, terus berlari.

BACA JUGA :  173 Pelajar SMP N I Kragan Dilarikan Ke Puskesmas Diduga Keracunan Makanan Jatah MBG

Kini saatnya kita berhenti sejenak. Menoleh ke belakang. Menyapa. Memeluk. Mengucap terima kasih. Karena kasih sayang mereka adalah pondasi dari siapa kita hari ini. Jangan tunggu waktu merenggut kesempatan. Hargai selagi masih ada.

Cinta orang tua tak butuh balasan besar. Cukup dengan kehadiran, perhatian, dan penghargaan. Karena sejatinya, cinta mereka adalah bentuk paling murni dari pengorbanan tanpa pamrih.”

Pesanku Kepada anak – anakku.

Nak,tertawalah riang di hadapan ayahmu manakala beliau pulang ke rumah,Karena dunia luar itu begitu kejamnya sehingga dapat membahayakan ayahmu..

Tahukah kau nak,apa beda ibu dengan ayah ?

Ibu membawamu (mengandungmu) di dalam rahim selama 9 bulan, namun ayahmu membawamu seumur hidupnya, tanpa kau sadari…

BACA JUGA :  Prosedure Pembagian Harta Warisan Termasuk Pembagian Rumah

Ibu berupaya kuat agar kau tak merasa lapar,namun ayahmu lah yang mengajarimu agar kau tak kelaparan lagi,tanpa kau fahami…

Ibu menggendongmu (dengan memelukmu) di dada, namun ayahmu menggendongmu di punggungnya, tanpa kau perhatikan…

Cinta kasih sayang ibu sudah kau kenali mulai dari semenjak kau didalam kandungan sampai lahir kedunia,namun cinta kasih sayang ayahmu akan kau ketahui setelah kau menjadi seorang ayah…

Karena itu bersabarlah dan berdirilah tegak kelak..

kasih Ibu memang tak akan ternilai harganya,sementara kasih ayahmu takkan bisa dikembalikan oleh waktu.

Penulis: wahyu wijayaEditor: wahyu wijaya
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *