Dua Cara Allah Swt Menghadirkan Cinta Dalam hidup Manusia

  • Bagikan

cinta

‎Dua Cara Allah Menghadirkan Cinta ‎Dalam hidup ini,‎Allah tidak pernah asal mempertemukan manusia.

‎Tidak juga sembarang menyatukan hati.Ada rahasia yang bekerja dalam diam,ada skenario yang ditulis jauh sebelum kita mengenal siapa pun.

Dan tahukah engkau…

‎Allah swt punya dua cara

‎dalam menghadirkan seseorang dalam hidup kita:

‎pertama, Allah mempertemukan.

‎kedua, Allah mempersatukan.

‎Sekilas terlihat sama dua insan bertemu, saling mengenal, saling merasa.

‎Namun hakikatnya…

‎keduanya berbeda sedalam langit dan bumi.

‎Ada kalanya Allah hanya mempertemukan.

‎Ia hadir…

‎seperti angin yang menyapa lembut,seperti hujan yang turun menenangkan,seperti senyum yang membuat hati merasa pulang meski hanya sesaat.Dalam pertemuan itu,ada tawa yang tulus,ada harapan yang tumbuh diam-diam,dan ada rasa yang perlahan mengikat tanpa kita sadari.

‎Kita mengira…

‎“inilah orangnya.”

‎Kita menggenggamnya erat,

‎seolah takdir sudah selesai dituliskan.

‎Padahal belum.

‎Karena pertemuan,

‎tidak selalu berarti kebersamaan.

‎Kadang Allah hanya ingin kita belajar ‎tentang rasa yang harus dilepas,‎tentang cinta yang tidak bisa dimiliki,tentang kehilangan yang menguatkan jiwa.

‎Dan saat waktunya tiba…

‎yang dulu begitu dekat,perlahan menjadi jauh.

‎Yang dulu saling menggenggam,‎akhirnya harus saling melepaskan.

‎Bukan karena tidak cinta,‎tapi karena memang hanya sampai di sana.

‎Karena jika Allah hanya mempertemukan,maka di dalamnya telah tersimpan satu hal yang pasti : perpisahan.

‎Namun…

‎ada kalanya Allah tidak hanya mempertemukan,tapi juga mempersatukan.

‎Ini bukan sekadar hadir lalu pergi.

‎Ini bukan sekadar singgah lalu hilang.

‎Ini adalah dua hati yang dijaga,dua jiwa yang dipertemukan bukan untuk diuji semata ‎tapi untuk berjalan bersama,melewati waktu,luka,dan dunia.

‎Dalam penyatuan itu,‎tidak selalu mudah.

Ada badai yang datang,‎ada air mata yang jatuh,ada ego yang harus ditundukkan.

‎Namun anehnya…

‎sekuat apa pun ujian datang,keduanya tidak benar-benar tercerai.

‎Karena yang Allah satukan,‎tidak akan mudah dipisahkan oleh keadaan.

‎Yang Allah ikat,‎tidak akan runtuh hanya karena masalah.

‎Mereka mungkin goyah…

‎tapi tidak pergi.

‎Mereka mungkin terluka…

‎tapi tidak saling meninggalkan.

‎Karena bukan sekadar cinta yang menjaga,melainkan takdir yang menguatkan.

‎Maka pahamilah…

‎Tidak semua yang datang dalam hidupmu

‎ditakdirkan untuk menetap.

‎Dan tidak semua yang pergi

‎berarti kau gagal mempertahankan.

‎Bisa jadi…

‎ia hanya bagian dari cara Allah mempertemukan,bukan mempersatukan.

‎Dan jika hari ini kau sedang kehilangan,‎jangan terburu menyalahkan keadaan.

‎Sebab mungkin…

‎Allah sedang menyelamatkanmu

‎dari cinta yang bukan untuk selamanya.

‎Tenanglah…

‎Jika memang Allah berkehendak mempersatukan,maka tidak ada jarak yang terlalu jauh,tidak ada waktu yang terlalu lama,dan tidak ada manusia yang mampu menghalangi.

‎Karena pada akhirnya…

‎Yang Allah pertemukan bisa saja berpisah.

‎Namun yang Allah persatukan…

‎akan tetap bersama.

‎Bukan karena dunia selalu berpihak,‎tapi karena langit telah menetapkannya.

Dan jika pun suatu saat mereka terpisah,itu bukan karena pilihan,‎bukan karena lelah,bukan karena berhenti mencinta melainkan karena satu hal yang pasti:

‎maut…

‎dan takdir yang telah selesai menjalankan tugasnya.

‎Jadi, jika hari ini engkau masih bertanya,

‎“apakah dia jodohku?”

‎Cukup lihat…

‎apakah ia hanya hadir lalu pergi,‎atau tetap bertahan meski dunia berkali-kali menguji.

‎Karena di situlah jawabannya.

‎Apakah Allah hanya mempertemukan…

‎atau benar-benar mempersatukan.

~ww~

Penulis: redaksiEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *