cinta
Dua Cara Allah Menghadirkan Cinta Dalam hidup ini,Allah tidak pernah asal mempertemukan manusia.
Tidak juga sembarang menyatukan hati.Ada rahasia yang bekerja dalam diam,ada skenario yang ditulis jauh sebelum kita mengenal siapa pun.
Dan tahukah engkau…
Allah swt punya dua cara
dalam menghadirkan seseorang dalam hidup kita:
pertama, Allah mempertemukan.
kedua, Allah mempersatukan.
Sekilas terlihat sama dua insan bertemu, saling mengenal, saling merasa.
Namun hakikatnya…
keduanya berbeda sedalam langit dan bumi.
Ada kalanya Allah hanya mempertemukan.
Ia hadir…
seperti angin yang menyapa lembut,seperti hujan yang turun menenangkan,seperti senyum yang membuat hati merasa pulang meski hanya sesaat.Dalam pertemuan itu,ada tawa yang tulus,ada harapan yang tumbuh diam-diam,dan ada rasa yang perlahan mengikat tanpa kita sadari.
Kita mengira…
“inilah orangnya.”
Kita menggenggamnya erat,
seolah takdir sudah selesai dituliskan.
Padahal belum.
Karena pertemuan,
tidak selalu berarti kebersamaan.
Kadang Allah hanya ingin kita belajar tentang rasa yang harus dilepas,tentang cinta yang tidak bisa dimiliki,tentang kehilangan yang menguatkan jiwa.
Dan saat waktunya tiba…
yang dulu begitu dekat,perlahan menjadi jauh.
Yang dulu saling menggenggam,akhirnya harus saling melepaskan.
Bukan karena tidak cinta,tapi karena memang hanya sampai di sana.
Karena jika Allah hanya mempertemukan,maka di dalamnya telah tersimpan satu hal yang pasti : perpisahan.
Namun…
ada kalanya Allah tidak hanya mempertemukan,tapi juga mempersatukan.
Ini bukan sekadar hadir lalu pergi.
Ini bukan sekadar singgah lalu hilang.
Ini adalah dua hati yang dijaga,dua jiwa yang dipertemukan bukan untuk diuji semata tapi untuk berjalan bersama,melewati waktu,luka,dan dunia.
Dalam penyatuan itu,tidak selalu mudah.
Ada badai yang datang,ada air mata yang jatuh,ada ego yang harus ditundukkan.
Namun anehnya…
sekuat apa pun ujian datang,keduanya tidak benar-benar tercerai.
Karena yang Allah satukan,tidak akan mudah dipisahkan oleh keadaan.
Yang Allah ikat,tidak akan runtuh hanya karena masalah.
Mereka mungkin goyah…
tapi tidak pergi.
Mereka mungkin terluka…
tapi tidak saling meninggalkan.
Karena bukan sekadar cinta yang menjaga,melainkan takdir yang menguatkan.
Maka pahamilah…
Tidak semua yang datang dalam hidupmu
ditakdirkan untuk menetap.
Dan tidak semua yang pergi
berarti kau gagal mempertahankan.
Bisa jadi…
ia hanya bagian dari cara Allah mempertemukan,bukan mempersatukan.
Dan jika hari ini kau sedang kehilangan,jangan terburu menyalahkan keadaan.
Sebab mungkin…
Allah sedang menyelamatkanmu
dari cinta yang bukan untuk selamanya.
Tenanglah…
Jika memang Allah berkehendak mempersatukan,maka tidak ada jarak yang terlalu jauh,tidak ada waktu yang terlalu lama,dan tidak ada manusia yang mampu menghalangi.
Karena pada akhirnya…
Yang Allah pertemukan bisa saja berpisah.
Namun yang Allah persatukan…
akan tetap bersama.
Bukan karena dunia selalu berpihak,tapi karena langit telah menetapkannya.
Dan jika pun suatu saat mereka terpisah,itu bukan karena pilihan,bukan karena lelah,bukan karena berhenti mencinta melainkan karena satu hal yang pasti:
maut…
dan takdir yang telah selesai menjalankan tugasnya.
Jadi, jika hari ini engkau masih bertanya,
“apakah dia jodohku?”
Cukup lihat…
apakah ia hanya hadir lalu pergi,atau tetap bertahan meski dunia berkali-kali menguji.
Karena di situlah jawabannya.
Apakah Allah hanya mempertemukan…
atau benar-benar mempersatukan.
~ww~
