Miris!! SDN Temenggungan Banyuwangi Terancam Digabung, Minim Perhatian Dinas Pendidikan Jadi Sorotan

  • Bagikan

Banyuwangi Matadunia.co.id Kondisi memprihatinkan menimpa SDN Temenggungan yang berada di tengah kota Banyuwangi. Sekolah dasar yang telah lama berdiri dan berjasa mencetak generasi bangsa itu kini berada di ujung tanduk akibat minimnya perhatian dari pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi.

Ironisnya, di tengah letaknya yang strategis, jumlah peserta didik di sekolah tersebut terus merosot tajam. Bahkan dalam satu kelas, hanya terdapat sekitar tiga siswa saja. Kondisi ini memunculkan wacana penggabungan (merger) dengan SDN Kampung Melayu sebagai langkah efisiensi.

Namun, kebijakan tersebut menuai keprihatinan dan kritik. Banyak pihak menilai bahwa solusi penggabungan bukanlah jalan keluar utama, melainkan bentuk kegagalan dalam menjaga eksistensi lembaga pendidikan yang telah lama berdiri.

Sorotan tajam juga datang dari Direktur Utama Media Matadunia.co.id, Wahyu Wijaya, yang juga merupakan alumni SDN Temenggungan. Ia menyayangkan jika pemerintah tidak segera mencarikan solusi konkret atas kondisi tersebut.
“Bagaimanapun, meskipun SDN Temenggungan bukan sekolah favorit, proses belajar mengajar harus tetap berjalan. Jangan sampai sekolah yang memiliki sejarah panjang ini justru hilang karena kurangnya perhatian,” tegasnya.

BACA JUGA :  Pemkab Banyuwangi Terbitkan Surat Edaran Pengaturan Operasional Wisata dan Hiburan Selama Ramadan 1447 H

Ia menambahkan bahwa menjadikan sekolah diminati dan favorit di tengah masyarakat bukanlah tanggung jawab sekolah semata, melainkan menjadi tugas besar pemerintah daerah dan dinas terkait.

“Kalau hari ini sekolah itu kurang diminati, maka di situlah peran pemerintah dan dinas pendidikan diuji. Harus ada inovasi, pembenahan, dan strategi agar sekolah ini kembali dipercaya masyarakat. Jangan malah memilih jalan pintas dengan menggabungkan,” lanjutnya.

SDN Temenggungan bukan sekadar bangunan sekolah, tetapi memiliki sejarah panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa. Jika dibiarkan meredup tanpa upaya penyelamatan, maka hal ini menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Banyuwangi.

Seharusnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan hadir dengan langkah konkret dan inovatif. Penurunan jumlah siswa bukan tanpa sebab—bisa jadi dipengaruhi oleh kurangnya promosi sekolah, fasilitas yang tidak lagi kompetitif, hingga minimnya program unggulan yang mampu menarik minat masyarakat.

BACA JUGA :  Warga Desa Tunggul Jepara Meminta Perlindungan Hukum ke DPW IWOI Jawa Tengah Dan Tim Advokasi Mengenai Penolakan Gardu Induk PLN

Alih-alih menutup atau menggabungkan, pemerintah dituntut untuk melakukan revitalisasi. Mulai dari peningkatan kualitas sarana dan prasarana, penguatan tenaga pendidik, hingga menciptakan program pendidikan yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman.

Jika tidak ada langkah nyata, maka bukan tidak mungkin sekolah-sekolah lain akan mengalami nasib serupa. Ini bukan sekadar persoalan jumlah siswa, tetapi tentang komitmen pemerintah dalam menjaga akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Masyarakat kini menunggu—akankah SDN Temenggungan diselamatkan, atau justru dibiarkan hilang perlahan dalam diam?

(Redaksi – Media Matadunia.co.id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *