Eksploitasi Kewenangan Terindikasi Ciderai Proses Pembangunan Gedung KMP Sumenep

  • Bagikan
Foto (Dok) : Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Sumenep

SUMENEP, Matadunia.co.id – Sejumlah persoalan yang mewarnai pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di wilayah Sumenep mengundang sorotan tajam media dan spekulasi publik menyusul adanya dugaan monopoli, intervensi hingga intimidasi dalam proses realisasinya.

Berdasarkan penelusuran media, lebih dari 300 titik pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, seluruh koordinasi pelaksanaannya berada di bawah kendali satu orang.

Menurut keterangan salah seorang sumber, sosok Kasdim 0827/Sumenep Mayor Cba Ari Pamungkas berperan penting dalam mengatur pelaksanaan pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di wilayah Sumenep.

Semua berada di bawah Kasdim Sumenep. Dia yang memberikan rekomendasi kepada Haji Rudi yang ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan semua pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih,” ungkap narasumber berinisial PI. Jumat (09/01/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada tahap awal prioritas ditawarkan kepada kepala desa di Sumenep sebagai pelaksana pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih.

“Dari total anggaran pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih senilai 1 miliar lebih, hanya 700 juta yang diberikan kepada pihak yang ingin mengerjakan. Itu pun beberapa material sudah diarahkan penyedianya,”ungkap PI.

Namun kata PI, tidak seluruh kepala desa di Sumenep mau mengerjakan proyek Gedung Koperasi Merah Putih.

Utamanya karena takut timbul permasalahan di kemudian hari karena belum apa-apa saja sudah ada pemotongan sebesar itu,” ujarnya.

Penunjukan tidak resmi yang dilakukan Kasdim Sumenep kepada Haji Rudi sebagai koordinator pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih, merupakan sebuah bentuk monopoli dan intervensi yang mengeksploitasi kewenangannya.

BACA JUGA :  Dittipidter Bareskrim Polri Ungkap Perdagangan Ilegal Gading Gajah di Sukabumi dan Jakarta

Selain itu, bentuk intimidasi yang dilakukan adalah adanya campur tangan pihak Kodim 0827/Sumenep melalui Babinsa untuk menekan pihak-pihak yang kritis mempertanyakan keterbukaan dan kesesuaian sebagai wujud transparansi dan akuntabiltas proyek pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih.

Mengungkap hal itu, keterangan resmi dari Kasdim 0827/Sumenep dan Haji Rudi mengenai peran dan keterlibatannya dalam pembangunan Koperasi Merah Putih akan dilakukan konfirmasi lebih lanjut karena sangat diperlukan.

Penelusuran mendalam terkait persoalan lain seperti persoalan lahan yang digunakan sebagai Gedung Koperasi Merah Putih, dan keterlibatan anggota dewan Sumenep dari partai hijau, akan diungkap melalui pemberitaan lanjutan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *