Banyuwangi – Memasuki malam ke-25 bulan suci Ramadan, umat Islam di berbagai daerah semakin meningkatkan ibadah dengan harapan dapat meraih Malam Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Malam penuh kemuliaan ini menjadi momentum spiritual yang sangat dinantikan umat Muslim karena diyakini sebagai waktu turunnya rahmat, ampunan, serta keberkahan dari Allah SWT.
Dalam kitab suci Al-Qur’an, keutamaan malam tersebut dijelaskan dalam Surah Al-Qadr, yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
“Malam Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Pada malam itu para malaikat turun ke bumi membawa berbagai ketetapan dan rahmat dari Allah SWT hingga terbit fajar,” demikian bunyi salah satu ayat dalam Surah Al-Qadr yang kerap menjadi rujukan umat Islam dalam memahami kemuliaan malam tersebut.
Dalam berbagai riwayat hadits, Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Karena tidak ada kepastian tanggal yang pasti, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta melakukan i’tikaf di masjid.
Memasuki malam ke-25 Ramadan, sejumlah masjid di berbagai daerah tampak semakin ramai dengan aktivitas ibadah. Kegiatan seperti qiyamul lail, tadarus Al-Qur’an, hingga kajian keislaman digelar untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang khusyuk.
Para ulama juga mengingatkan bahwa Lailatul Qadar bukan sekadar tentang mencari tanda-tanda tertentu, melainkan tentang meningkatkan kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah SWT. Kesempatan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, serta memperbanyak doa dan amal kebaikan.
Dengan keutamaan yang begitu besar, umat Islam diharapkan tidak menyia-nyiakan malam ke-25 Ramadan yang termasuk dalam malam ganjil yang berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar. Sebab, siapa saja yang mendapatkan keberkahan malam tersebut diyakini akan memperoleh pahala dan ampunan yang luar biasa dari Allah SWT.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
redaksi

