Memperingati G30S, RAJE Jember Gelar Doa Bersama untuk Negeri dan Pahlawan Revolusi

  • Bagikan

MATADUNIA.CO.ID | JEMBER — Dalam rangka memperingati momentum 30 September sekaligus mengenang jasa para Pahlawan Revolusi, Rumah Aspirasi Jember (RAJE) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, unsur Muspika Sumbersari, TNI-Polri, serta perwakilan warga menggelar Doa Bersama untuk Negeri dan Pahlawan Revolusi, Rabu malam, 30 September 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Doa, Kuatkan Negeri, Wujudkan Indonesia Maju” tersebut berlangsung di Markas RAJE (Rumah Aspirasi Jember), Jalan Letjen Suprapto Nomor 128, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, mulai pukul 19.00 WIB setelah salat Isya.

Mengangkat tajuk “Doa Bersama untuk Negeri dan Pahlawan Revolusi, dari Jember untuk Jember”, kegiatan diisi dengan pembacaan Surat Yasin, doa bersama, serta tausiah yang mengangkat nilai perjuangan, persatuan, kepedulian sosial, dan pentingnya generasi muda meneruskan cita-cita para pendahulu bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Kodim 0824/Jember, Koramil 0824/11 Sumbersari, Muspika Sumbersari, lintas organisasi kemasyarakatan, aktivis, serta perwakilan masyarakat.
Imam Taufik: Jangan Lupakan Sejarah, Ciptakan Sejarah Baru
Ketua Umum RAJE, Imam Taufik, selaku tuan rumah dalam sambutannya menekankan pentingnya mengenang sekaligus memahami sejarah. Menurutnya, generasi penerus tidak cukup hanya mengingat peristiwa masa lalu, tetapi juga harus mampu menciptakan sejarah baru melalui kegiatan-kegiatan positif.

“Jangan melupakan sejarah, tetapi kita harus bikin sejarah baru,” ujar Imam Taufik.
Ia mengajak generasi muda dan berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kegiatan positif yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

Menurut Imam, momentum 30 September tidak semata-mata menjadi ruang untuk mengenang sejarah, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.

“Mari kita isi 30 September ini dengan membuat sejarah baru. Anak-anak muda harus mendukung pemerintah dan elemen-elemen yang baik agar dapat ikut memajukan Indonesia,” katanya.
Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui doa bersama dan pembacaan Surat Yasin yang menjadi salah satu rangkaian utama kegiatan.

Unsur TNI dan Kelurahan Berikan Apresiasi
Dari unsur Kodim 0824/Jember, An Susilo, Babinsa Kebonsari, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Meski Babinsa Kebonsari berhalangan hadir secara langsung, apresiasi disampaikan agar kegiatan kebersamaan seperti itu dapat terus dilaksanakan dari tahun ke tahun.
Sementara itu, perwakilan Kelurahan Sumbersari, Hendro, menyampaikan apresiasi kepada RAJE atas berbagai kegiatan sosial yang selama ini dilakukan di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Kasdim 0825/Banyuwangi Hadiri Open House dan Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi

Ia secara khusus mengapresiasi keterlibatan RAJE dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana banjir serta berbagai kegiatan sosial lainnya.
“Terima kasih kepada organisasi RAJE yang ikut serta mengulurkan tangan dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana banjir dan dalam berbagai kegiatan lainnya,” ujar Hendro.
Ia berharap RAJE semakin berkembang dan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Gus Bro Tekankan Nilai Perjuangan dan Persatuan
Ceramah inti disampaikan Kiai Muhammad Fahim atau Gus Bro. Dalam tausiyahnya, ia mengajak masyarakat untuk memahami pengorbanan para pejuang yang rela mempertaruhkan jiwa dan raga demi bangsa dan negara.

Menurutnya, semangat perjuangan harus dimaknai sebagai kesungguhan dalam melakukan sesuatu yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar istilah jihad dipahami secara proporsional sebagai kesungguhan dalam memperjuangkan kebaikan, bukan dikaitkan secara serampangan dengan tindakan kekerasan atau terorisme.

Dalam tausiyahnya, Fahim turut mengangkat keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun persatuan masyarakat di Madinah. Menurutnya, sejarah Madinah menunjukkan pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Fahim juga mengapresiasi gagasan RAJE yang dinilainya dapat menjadi inspirasi dalam kegiatan sosial maupun penyaluran aspirasi masyarakat.
Ia mendorong organisasi kemasyarakatan agar mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat, memperjuangkan keadilan, serta menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung persoalan yang diduga berkaitan dengan penistaan atau pelecehan agama yang belakangan menjadi perhatian publik di Jember. Ia mengajak masyarakat agar menyikapinya secara bijaksana, tidak mudah terprovokasi, serta tetap menjaga ketertiban dan kerukunan.

LMP Dorong Kegiatan Sejarah Terus Dilanjutkan
Perwakilan Laskar Merah Putih (LMP) Jember, Helmi, turut menyampaikan pentingnya menghargai jasa para pahlawan dan pejuang yang telah membela tanah air.

Menurutnya, perjuangan para pendahulu harus menjadi pelajaran bagi generasi saat ini untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Para pahlawan wajib kita hargai. Kita harus menyikapi perjuangan mereka dan semoga acara seperti ini terus berlanjut pada hari-hari bersejarah NKRI,” kata Helmi.

BACA JUGA :  Sinergi Kehutanan dan Sosial: KPH Banyuwangi Barat Kunjungi Rumah Kebangsaan Banyuwangi

Ia juga mendorong agar kegiatan serupa terus digalakkan dan dikembangkan. Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah pelaksanaan kegiatan di ruang publik seperti Alun-Alun Jember, termasuk kemungkinan menghadirkan pemutaran film sejarah sebagai bagian dari kegiatan edukasi sejarah, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan situasi yang berlaku.

DENATO Buka Ruang Kolaborasi Lintas Organisasi
Dukungan juga datang dari organisasi DENATO (Dekeng Nasional Tobat) Jember. Perwakilannya, Selamet Widodo, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan pengenangan terhadap perjuangan para pahlawan.

Menurut Selamet, kegiatan seperti ini tidak harus berhenti pada satu momentum, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda bersama lintas organisasi di Kabupaten Jember.
Ia juga membuka ruang kolaborasi antarlembaga dan organisasi kemasyarakatan.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kalau nanti kami memiliki kegiatan, kami akan mengundang Ketua RAJE dan organisasi-organisasi lain yang ada di Jember agar bisa saling bersinergi,” ungkapnya.
Dihadiri Lintas Organisasi dan Elemen Masyarakat
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi dan komunitas, antara lain RAJE (Rumah Aspirasi Jember) sebagai tuan rumah, FPI, Laskar Merah Putih, DENATO, LBH PETA (Pembela Tanah Air), KJJT Indonesia (Komunitas Jurnalis Jawa Timur), ADC, AMPI, serta IBAN (Indonesia Brand Activist Nasional).

Selain unsur organisasi, kegiatan juga dihadiri unsur Kodim 0824/Jember, Koramil 0824/11 Sumbersari, Aktivis 98 Surabaya, serta masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengenang sejarah dan mendoakan para pahlawan, tetapi juga membangun ruang silaturahmi serta memperkuat sinergi antarelemen masyarakat.
Benang merah yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjadikan sejarah sebagai pembelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Doa kita hari ini, harapan Indonesia esok.”

Dari Jember, semangat tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta kontribusi masyarakat dalam menjaga dan memajukan Indonesia.
(Den Gus/red/tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *