BANYUWANGI — Prestasi membanggakan ditorehkan Lingga Dwi Rama, siswi SMAN 1 Cluring Banyuwangi, dalam ajang Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Banyuwangi. Lingga berhasil meraih Juara 1 tanding kategori Kelas E tingkat SMA pada kejuaraan yang berlangsung 27–31 Agustus 2026 di Aula Cheng Hoo Banyuwangi.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Banyuwangi memiliki potensi atlet muda yang mampu bersaing dan berprestasi. Di tengah kewajibannya sebagai pelajar, Lingga tetap konsisten menjalani latihan serta mengikuti berbagai pertandingan demi mengembangkan kemampuan di dunia pencak silat.
Namun, di balik prestasi yang berhasil diraih, terdapat perjuangan yang patut mendapat perhatian. Selama meniti karier sebagai atlet, Lingga menjalani proses latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan dengan mengandalkan biaya pribadi.
Kebutuhan latihan, perlengkapan pertandingan, transportasi hingga biaya mengikuti kejuaraan selama ini sebagian besar harus dipenuhi secara mandiri. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet yang masih berstatus sebagai pelajar.
Padahal, setiap pertandingan yang diikuti Lingga bukan sekadar perjuangan pribadi. Di setiap arena, ia juga membawa nama keluarga, SMAN 1 Cluring dan Kabupaten Banyuwangi.
Juara 1 Tanding Kategori Kelas E Tingkat SMA
Keberhasilan Lingga meraih Juara 1 tanding kategori Kelas E tingkat SMA dalam Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya.
Gelar tersebut tidak datang secara instan. Dibutuhkan latihan, kedisiplinan, keberanian, kesiapan mental serta konsistensi untuk menghadapi lawan di atas gelanggang.
Kemenangan di Kejurkab menjadi modal berharga bagi Lingga untuk terus berkembang. Dengan usianya yang masih berada di jenjang SMA, perjalanan kariernya masih panjang dan terbuka peluang untuk berprestasi pada level yang lebih tinggi.
Karena itu, prestasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah gelar juara tingkat kabupaten. Sebaliknya, menjadi pijakan untuk mempersiapkan Lingga menghadapi kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Potensi Atlet Muda Perlu Mendapat Dukungan
Prestasi Lingga sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan atlet pelajar membutuhkan perhatian bersama.
Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan dukungan lebih kepada siswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga. Dukungan tersebut tidak harus selalu dalam bentuk materi, tetapi juga dapat berupa pembinaan, fasilitas latihan, dispensasi mengikuti pertandingan, pendampingan, hingga dukungan ketika siswa harus membawa nama sekolah dalam sebuah kejuaraan.
Dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait juga sangat dibutuhkan. Atlet-atlet muda yang memiliki potensi dan prestasi perlu mendapatkan ruang untuk berkembang agar tidak terhambat oleh persoalan biaya.
Apalagi, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet Banyuwangi yang mampu bersaing di tingkat Jawa Timur maupun nasional.
Jangan Biarkan Atlet Berjuang Sendirian
Perjalanan Lingga menjadi gambaran bahwa sebuah prestasi membutuhkan perjuangan panjang. Di balik medali dan sertifikat juara, terdapat latihan yang berulang, pengorbanan waktu, tenaga, mental bertanding dan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, keberhasilan Lingga meraih Juara 1 tanding Kelas E tingkat SMA selayaknya tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi dan keluarga, tetapi juga mendapatkan perhatian dari lingkungan sekolah dan pemerintah daerah.
Jangan sampai atlet muda yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk berprestasi harus berhenti mengejar cita-cita hanya karena keterbatasan dukungan.
Lingga telah membuktikan bahwa dengan kerja keras, disiplin dan konsistensi, seorang pelajar mampu mengukir prestasi sekaligus membawa nama daerah ke podium juara.
Kini, dukungan nyata dari berbagai pihak menjadi penting agar langkah tersebut dapat terus berlanjut.
Juara 1 Bukan Akhir Perjalanan
Gelar Juara 1 Kejurkab bukanlah akhir dari perjalanan Lingga. Justru, prestasi tersebut dapat menjadi awal untuk menatap tantangan yang lebih besar.
Harapannya, sekolah, pemerintah daerah, organisasi olahraga, perguruan pencak silat serta pihak-pihak terkait dapat bersama-sama membangun ekosistem pembinaan yang lebih baik bagi atlet pelajar Banyuwangi.
Sebab, atlet seperti Lingga tidak hanya membutuhkan apresiasi setelah meraih juara, tetapi juga membutuhkan dukungan selama menjalani proses menuju prestasi.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan yang lebih kuat, bukan tidak mungkin Lingga Dwi Rama dapat melangkah lebih jauh dan kembali mengharumkan nama SMAN 1 Cluring serta Kabupaten Banyuwangi di ajang yang lebih tinggi.
Prestasi Lingga hari ini adalah kebanggaan Banyuwangi. Jangan biarkan perjuangannya berjalan sendirian.
(Red/Team)












