Geladi Bersih KBS Fest 2026, Ratusan Penari Tampah Siap Meriahkan “Harmoni Budaya dalam Gema Maulid”

  • Bagikan

PEMALANG — Persiapan pelaksanaan Kirab Budaya Slumpring (KBS) Fest 2026 terus dimatangkan. Ratusan penari tampah (penampi) yang merupakan perwakilan dari sejumlah dusun di Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, mengikuti geladi bersih sebagai persiapan sebelum tampil dalam rangkaian KBS Fest 2026.

Geladi bersih tersebut berlangsung di Lapangan Desa Cibuyur, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Para penari tampah mengikuti setiap tahapan latihan untuk memastikan keseragaman gerakan, formasi, hingga keselarasan dengan musik yang telah ditentukan.

KBS Fest 2026 mengusung tema “Harmoni Budaya dalam Gema Maulid”. Selain menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Ratusan penari yang terlibat merupakan perwakilan dari masing-masing dusun di Desa Cibuyur. Mereka tampak serius mengikuti arahan selama geladi bersih, terutama dalam menyamakan gerakan dan menjaga kekompakan antarpeserta.

Geladi bersih tersebut turut dihadiri Kepala Desa Cibuyur Yoyok Kusnondo bersama istrinya, Tri Widiya Wati, serta para peserta penari tampah yang akan menjadi bagian dari pertunjukan budaya dalam KBS Fest 2026.

BACA JUGA :  Berkah HUT RI, Warga Binaan Lapas Banyuwangi Terima Remisi Kemerdekaan dan 9 Langsung Bebas

Kepala Desa Cibuyur, Yoyok Kusnondo, mengatakan bahwa KBS Fest 2026 merupakan sebuah event budaya berskala nasional yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi berbagai potensi masyarakat.

“KBS Fest 2026 merupakan event budaya berskala nasional yang menghadirkan kolaborasi budaya, wisata, hiburan rakyat, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat dalam satu rangkaian festival budaya tahunan,” ujar Yoyok.

Menurutnya, Kirab Budaya Slumpring bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang ada di tengah masyarakat.

“Kirab Budaya Slumpring (KBS) Fest 2026 bukan sekadar sebuah festival budaya tahunan, melainkan bagian dari gerakan bersama dalam menjaga warisan budaya, memperkuat identitas masyarakat, mengembangkan desa wisata, serta mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” imbuhnya.

Yoyok menegaskan, keberadaan KBS Fest diharapkan mampu memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus berkreasi sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan wisata Desa Cibuyur kepada masyarakat yang lebih luas.

BACA JUGA :  Jalur Gumitir Ditutup Total Selama Dua Bulan, Polresta Banyuwangi Imbau Pengguna Jalan Gunakan Jalur Alternatif

“Kami percaya bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga merupakan kekuatan untuk masa depan. Budaya mampu menyatukan masyarakat sekaligus membuka peluang besar bagi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian KBS Fest 2026 dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Kekompakan para penari dalam geladi bersih menjadi salah satu bentuk kesiapan masyarakat Desa Cibuyur dalam menyukseskan agenda budaya tersebut.

“Semoga KBS Fest 2026 dapat menjadi momentum untuk terus menjaga budaya, memperkuat kebersamaan, mengembangkan potensi desa, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Mari bersama-sama menuju Cibuyur yang gemilang,” pungkas Yoyok.

Dengan semangat gotong royong dan antusiasme masyarakat, KBS Fest 2026 diharapkan mampu menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat identitas budaya Desa Cibuyur di tingkat yang lebih luas.

red/kabiro pemalang/purwanto

Penulis: redaksiEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *