Aktivis Banyuwangi Selatan Murka: Video Biduan Goyang di Acara Keagamaan Dinilai Menodai Kesucian Agama

  • Bagikan

Aktivis Banyuwangi Selatan Murka: Video Biduan Goyang di Acara Keagamaan Dinilai Menodai Kesucian Agama

BANYUWANGI — Jagat media sosial diguncang kemarahan publik menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan biduan dengan goyangan tampil di atas panggung acara keagamaan. Peristiwa tersebut menuai kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya datang dari Aktivis Banyuwangi Selatan sekaligus Ketua APPM, Rofiq Azmi.

Tanpa basa-basi, Rofiq menyebut kejadian tersebut sebagai tamparan keras bagi akal sehat, etika publik, dan nilai-nilai kesakralan agama.

“Ini Bukan Sekadar Ceroboh, Ini Penodaan!”

Rofiq Azmi dengan nada tegas menyatakan bahwa mencampuradukkan acara keagamaan dengan hiburan bernuansa sensual adalah bentuk penodaan terhadap kesucian nilai ibadah.

“Ini bukan kesalahan kecil, ini bukan sekadar miskomunikasi. Ini adalah bentuk perusakan makna acara keagamaan. Ketika panggung sakral diubah menjadi arena joget vulgar, maka itu jelas mencederai martabat agama,” tegas Rofiq.

BACA JUGA :  Pelanggaran Tata Ruang Marak, RKBK Minta Pemkab Banyuwangi Bertindak Tegas

Ia menilai kejadian tersebut sebagai contoh nyata degradasi moral penyelenggara acara yang gagal membedakan mana ruang ibadah dan mana ruang hiburan.

Agama Dijadikan Aksesoris Panggung

Menurut Rofiq, fenomena ini mencerminkan penyimpangan serius, di mana agama hanya dijadikan label seremonial untuk menarik massa, sementara substansi dan adab justru diinjak-injak.

“Agama jangan dijadikan tempelan panggung. Jangan dijadikan pembungkus acara hiburan murahan. Ini bukan dakwah, ini pelecehan simbolik terhadap nilai religius,” kecamnya.

Ia menambahkan, tayangan tersebut sangat berbahaya secara sosial, karena berpotensi menormalisasi perilaku tidak pantas di ruang-ruang sakral, sekaligus memberi contoh buruk bagi generasi muda.

Dinilai Gagal Total Menjaga Etika Publik

APPM menilai penyelenggara acara telah gagal total menjalankan tanggung jawab moral dan sosial, terlebih acara keagamaan biasanya melibatkan:

ruang publik,

tokoh masyarakat,

bahkan kepercayaan umat secara luas.

“Kalau ini dibiarkan, besok-besok mimbar agama bisa berubah jadi panggung joget. Ini preseden buruk yang harus dihentikan,” ujar Rofiq dengan nada keras.

BACA JUGA :  Aliansi Ormas Media Terpanggil Pengusaha Tower Dan Minol Yang Tak Berizin Menggigil

Desak Permintaan Maaf Terbuka dan Evaluasi Total

Atas kejadian tersebut, APPM mendesak dengan tegas:

1. Permintaan maaf terbuka kepada publik dan umat beragama

2. Evaluasi menyeluruh terhadap konsep dan pengawasan acara keagamaan

3. Tanggung jawab moral dari pihak-pihak yang terlibat

 

Jika tuntutan tersebut diabaikan, Rofiq menyatakan APPM siap mengawal isu ini secara serius melalui jalur advokasi dan pengawasan publik.

“Kalau Nilai Sakral Terus Dirusak, Kita Sedang Menuju Krisis Adab”

Rofiq Azmi menutup pernyataannya dengan peringatan keras bahwa kerusakan nilai tidak pernah terjadi secara tiba-tiba, melainkan dimulai dari pembiaran.

“Hari ini joget di acara keagamaan, besok penghinaan terbuka. Kalau kita diam, berarti kita ikut membiarkan agama diinjak-injak,” pungkasnya.

Red/Tim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *