KUNCI RANTAI PASOK INDONESIA TIMUR PELUANG BESAR ATAU MASALAH BAGI BANYUWANGI

  • Bagikan

Banyuwangi – Semakin terhubungnya konsep transportasi Wilayah Jawa dengan terbangun toll dari Barat ke Timur, akan semakin menarik menjadi “primadona” investasi di Banyuwangi. Didukung lagi dengan adanya simpul udara, rangkaian fasilitas angkutan laut dan kereta api menjadi semakin “peluang besar” Banyuwangi punya perananan dalam mengisi dalam pemenuhan Rantai Pasok dan Peneydian Logistik, untuk Indonesia Bagian Timur.

Untuk itu perlu perlu perencanaan yang sangat penting dan strategis, bagaimana keputusan dan kebijakan seorang pemimpin daerah, dapat mewujudkan dengan konsep bangkitan ekonomi kerakyatan seluas-luasnya. Bagaimana strategi pembangunan, sampai terbreckdown dan tereksekusi dengan dampak yang “on the track” bukan lagi “omon-omon”. Masyarakat pasti ada gairah harapan positif bila pemimpinya “hebat”.

Rantai pasok dan distribusi aspek merupakan aspek fudamental/dasar dalam tumbuhnya ekonomi yang berdaya saing, bukan hanya tingkatan lokal namun dituntut persaingan berkualitas dan kompetitifiness, sudah syarat utama, bahkan di beberapa negara maju meminta “komitmen lingkungan”, terhadap kegiatan operasi dan produksi, dalam menggaet dan diterima pangsa pasar negara-negara maju.

BACA JUGA :  Kabel WiFi Semrawut di Banyuwangi : Pengusaha lalai , Pemkab terkesan tutup mata

Banyuwangi, dengan leader yang dirasa mampu dan visioner, untuk dapat mewujudkan ekonomi daerah yang mempunyai paradigma global, namun strength/kuat dengan didukung kekuatan dan potensi daerah. Isue-isue terpenting ke depan adalah salah satunya juga menyangkut “Ketahanan Pangan”. Semua negara berpacu mengamankan kebutuhan negaranya akan kesiapan “bertahan hidup” dan agile, terhadap “dinamika ketidakbpastian dan shaking economic global” yang sangat cepat juga dinamis. Banyuwangi dengan dukungan luasan lahan sebagai Administratif Kabupaten, tidak jauh berbeda dengan Pulau Bali, namun Administratif Propinsi, sadarkah?

Untuk menjadi simpul ekonomi wilayah timur, kita di callange/ditantang dengan keberadaan “Kebutuhan Bali” saja apakah Banyuwangi punya strategi dan perencanaan, sebagai upaya “peluang dan market”, jangan-jangan kita hanya dilewati saja dan sumber masalah, karena dampak keruwetan dan kemacetan transportasi penumpang barang. Bukan melihat permasalahn yang muncul, sebagai “Devisa yang Potensial” bila leader kita mampu merencanakan dan mengambil peluang ke depan, ya minimal bukti nyata siapa nanti Pemimpin Banyuwangi yang akan memimpin 5 tahun kedepan, dapat menjalankan “SEPULTURA” Sepuluh Tuntutan Rakyat.

BACA JUGA :  REVITALISASI SESAT: PEMERINTAH BANYUWANGI MENGUSIR UMKM BCM DEMI KEBODOHAN BERJAMAAH

1. Memilih SDM berkualitas kompeten, berkinerja terukur
2. Birokrasi yang responsif dan problem solver
3. Meningkatkan kwalitas pendikan dan kesehatan
4. Penyelenggaraan layanan publik mudah, ramah, cepat/terukur dan efisien
5. Perbanyak penciptaan lapangan kerja yang berkualitas
6. Menghilangkan Korupsi Kolusi dan Nepotisme
7. Memperbanyak ruang-ruang inspiratif dan fasilitas bahagia yang gratis
8. Strategi global dan nilai tambah operasi produksi
9. Transpotasi umum yang bermartabat dan murah
10. Meningkatkan komunikasi dan membuka partisipasi publik seluas luasnya.

Oleh

Andi Purnama, ST., SH., MM.

Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan

Red/Timredaksi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *