Lembaga Anti Narkotika Banyuwangi Ajak Masyarakat Jadikan Ramadhan Momentum Perangi Penyalahgunaan Narkoba

  • Bagikan

Banyuwangi – Moment bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum spiritual ini sebagai titik penguatan komitmen dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di wilayah Banyuwangi.

Ketua LAN Banyuwangi, Hijrotul Hadi, menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan pembinaan moral dan pembentukan karakter. Menurutnya, perang terhadap narkoba tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum, tetapi harus dibarengi dengan penguatan nilai spiritual, edukasi keluarga, dan kepedulian sosial.

“Ramadhan adalah momentum introspeksi diri. Ini saat yang tepat untuk membersihkan hati, pikiran, dan perilaku dari hal-hal yang merusak, termasuk bahaya narkoba. Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkotika seringkali berawal dari pergaulan bebas, kurangnya pengawasan keluarga, serta minimnya edukasi tentang dampak jangka panjang yang ditimbulkan. Oleh karena itu, LAN Banyuwangi mendorong adanya pendekatan preventif melalui penyuluhan, diskusi publik, dan kampanye sosial yang menyasar generasi muda.

BACA JUGA :  Akselerasi Program Presiden, Bupati Ipuk Bersama Seluruh Elemen Tandang Bareng Wujudkan Banyuwangi ASRI

Menurut Hijrotul Hadi, bulan Ramadhan dapat menjadi ruang efektif untuk membangun kesadaran kolektif, karena suasana religius cenderung mendorong masyarakat lebih terbuka terhadap pesan-pesan moral dan pembinaan. Masjid, mushola, sekolah, serta komunitas pemuda dapat menjadi pusat edukasi tentang bahaya narkoba yang dikemas dalam pendekatan persuasif dan humanis.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memperkuat komunikasi dengan anak-anak, terutama di era digital saat ini. Pengawasan bukan berarti mengekang, tetapi membangun kedekatan emosional agar anak merasa nyaman untuk bercerita dan tidak mencari pelarian dalam lingkungan yang salah.

“Pencegahan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Ini tanggung jawab bersama. Jika masyarakat peduli dan berani melaporkan indikasi peredaran gelap narkotika, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit,” tegasnya.

BACA JUGA :  Jangan menabur arang diatas luka anak yatim, gerakan ayah mengambil rapor harus di tinjau ulang atau bila perlu dibatalkan

Selain itu, LAN Banyuwangi juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam aktivitas negatif yang kerap meningkat saat Ramadhan, seperti balap liar atau pergaulan yang tidak terkontrol, yang berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat terlarang.

Dengan semangat Ramadhan, LAN Banyuwangi berharap lahir generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan keberanian untuk mengatakan tidak pada narkoba. Bulan suci ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kesadaran bersama bahwa menjaga diri dari narkotika berarti menjaga masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Ramadhan, pada akhirnya, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum membersihkan kehidupan dari segala bentuk penyimpangan yang merusak. Melalui edukasi berkelanjutan dan komitmen kolektif, Banyuwangi diharapkan mampu menjadi daerah yang semakin tangguh dalam melawan ancaman narkotika. ( red/saiful )

Penulis: redaksiEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *