SUMENEP, Matadunia.co.id – Mencuat ke permukaan publik pria asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur bernama Soleh dikabarkan menjual BBM subsidi jenis solar kepada perusahaan PT Cahaya Langgeng Raya sebagai perusahaan transportir dan supplier solar industri. Selasa (06/01/2026)
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Musaleh alias Soleh berdomisili di Dusun Oro Timur, Desa Telonta Raja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sekaligus memiliki tempat penampungan BBM subsidi berjenis solar atau biasa disebut lapak di rumahnya tersebut.
Lapak milik Soleh di daerah pesisir utara Pulau Madura itu, diketahui telah tersedia tandon berukuran 1.000 liter yang digunakan untuk menampung solar hasil pembelian dari sejumlah SPBU di wilayah Madura.
Selanjutnya, solar subsidi yang telah dibeli dan ditampung Soleh tersebut dijual kepada PT Cahaya Langgeng Raya yang dijemput setiap hari menggunakan truk tangki berkedok BBM industri.
“Truk tangki Cahaya Langgeng yang berukuran 8.000 liter itu, dalam semalam bisa dua kali mengambil solar subsidi dari lapak Soleh,” ujar Ahmad Rohmat Hidayatulloh, Aktivis pemerhati hukum dan kebijakan publik, seraya menunjukkan kegeramannya. Selasa (07/01/2026).
Hal yang sama Dayat akrap dipanggil juga mengungkapkan bahwa praktik jual beli solar subsidi yang dilakukan Soleh kepada PT Cahaya Langgeng Raya, terkesan aman dari pengawasan aparat penegak hukum di Kabupaten Pamekasan.
Lanjut Dayat, modus operandi yang digunakan Soleh, hingga menjangkau wilayah ujung timur pulau garam di Kabupaten Sumenep, berhasil ditindak dan diamankan.
” Barang buktinya bisa dilihat di Mapolres Sumenep.” tegasnya.
Ia pun menuturkan kalau sudah melalukan investigasi mendalam mengenai Cahaya Langgeng yang sudah berubah nama berkali-kali.
” Mulai dari Pratama Langgeng Raya lalu ganti ke Bima dan kini menjadi Cahaya Langgeng,” tuturnya.
Dayat melalui YLBH Madura, menegaskan akan mengawal persoalan jual beli BBM subsidi jenis solar antara Soleh dengan PT Cahaya Langgeng Raya.
“Kami akan segera melayangkan laporan resmi terkait hal ini dengan bukti-bukti yang telah kami himpun,” tandasnya.
Namun demikian, dari penelusuran media belum bisa mengkonfirmasi Soleh karena keterbatasan akses komunikasi hingga berita ini tayang.












