SEMARANG – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali terlihat di lingkungan masyarakat Desa Sapen RT 03 RW 02, Kelurahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Warga setempat bersama para pemuda dan tokoh masyarakat bahu-membahu membangun sebuah lapangan voli yang juga akan difungsikan sebagai tempat latihan bela diri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan sejak pagi hari, dihadiri oleh Ketua RT setempat Nasoka, Ketua PSHT Ranting Mijen Trio Mardiyantoro, serta puluhan warga yang datang dengan membawa peralatan masing-masing. Suasana kebersamaan terasa hangat, diiringi canda tawa dan semangat gotong royong yang masih kental di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut Ketua RT Nasoka, pembangunan lapangan ini merupakan wujud nyata dari semangat warga untuk menciptakan ruang kegiatan positif di lingkungan mereka.
“Selama ini, warga dan anak-anak muda membutuhkan tempat untuk berolahraga dan beraktivitas. Dengan adanya lapangan voli ini, kami berharap dapat meningkatkan semangat olahraga dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PSHT Ranting Mijen Trio Mardiyantoro menyampaikan apresiasinya atas inisiatif warga yang turut menyediakan fasilitas latihan bagi anggota PSHT di wilayah Wonoplumbon.
“Kami sangat berterima kasih kepada warga dan perangkat RT yang mendukung. Lapangan ini nantinya tidak hanya digunakan untuk latihan silat, tetapi juga bisa menjadi sarana pembinaan karakter dan kedisiplinan bagi para pemuda,” katanya.
Trio menambahkan bahwa PSHT bukan hanya organisasi bela diri, tetapi juga wadah pembentukan moral, mental, dan jiwa sosial. Dengan adanya lapangan ini, kegiatan latihan dapat dilakukan secara lebih teratur dan aman tanpa mengganggu aktivitas warga lain.
Gotong royong kali ini tidak hanya melibatkan kaum laki-laki, tetapi juga ibu-ibu dan remaja yang turut membantu dalam penyediaan konsumsi dan membersihkan area sekitar. Warga bergotong royong menata tanah, memasang tiang net voli, serta memperkuat pondasi agar lapangan tersebut layak digunakan dalam jangka panjang.
Pembangunan lapangan ini rencananya akan dilakukan secara bertahap. Selain digunakan untuk olahraga voli dan latihan PSHT, ke depan area tersebut juga akan dijadikan sebagai ruang kegiatan sosial dan keagamaan tingkat RT. Pemerintah kelurahan setempat pun diharapkan dapat memberikan dukungan agar sarana olahraga rakyat ini semakin representatif.
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat Sapen, diharapkan lapangan baru ini dapat menjadi simbol kebersamaan dan wadah untuk menumbuhkan semangat sportivitas, solidaritas, serta rasa persaudaraan di tengah warga Wonoplumbon.
“Yang terpenting bukan hanya lapangan yang jadi, tapi kebersamaan dan kekompakan warga yang semakin kuat. Inilah semangat asli masyarakat kita,” pungkas Nasoka menutup kegiatan kerja bakti tersebut.
Red/Teguh(Kabiro)












