Banyuawangi Matadunia.co.id Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi JawaTimur terus melanjutkan konsolidasi demokrasi dengan menyasar para pelajar di sekolah sebagai ruang strategis pendidikan kepemiluan bagi pemilih pemula. Setelah sebelumnya berlangsung di SMKN Tegalsari , kali ini kegiatan serupa kembali dilaksanakan di SMKS Minhajutthulab Sumberberas Muncar, Selasa (12/05/26).
Ketua Bawaslu Banyuwangi Adrianus Yansen Pale menekankan bahwa generasi Z memiliki posisi strategis dalam pemilu. Karena itu, Bawaslu berharap pemilih pemula tidak hanya menolak politik uang, tetapi juga memahami prinsip-prinsip dasar demokrasi yang sehat.
Melalui kegiatan ini lanjutnya, sekolah dipandang bukan sekadar tempat belajar formal, tetapi juga menjadi episentrum penguatan nilai-nilai demokrasi, pengawasan partisipatif, dan pendidikan politik sejak dini bagi pemilih pemula menuju Pemilu 2029.
“Kehadiran Bawaslu hari ini dalam rangka mengajak kepada kita semua agar pada Pemilu 2029 nanti generasi muda tidak terlibat dalam praktik politik uang, termasuk tidak mudah menerima iming-iming dalam bentuk apa pun,” ujarnya di hadapan puluhan siswa-siswi.
Dalam sosialisasi tersebut, Adrian juga menyampaikan beberapa prinsip dasar yang penting dipahami oleh pemilih pemula, diantaranya menolak politik uang, tidak menghalangi orang lain menggunakan hak pilih, serta menghormati kebebasan setiap orang dalam menentukan pilihan.
Menurut pria yang akrab disapa Ansel itu, perbedaan pilihan dalam pemilu adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya menimbulkan permusuhan.
“Dalam pemilu, tidak dibenarkan juga orang bermusuhan hanya karena berbeda pilihan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peran pelajar tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi penyambung pesan demokrasi di lingkungan keluarga.
“Adik-adik kalian adalah pengganti dan penerus demokrasi Bangsa,kalian harus terus tekun belajar untuk diri sendiri dan gapai cita-citamu,”pesannya.
Sampaikan kepada orang tua, saudara, dan orang-orang terdekat bahwa politik uang jangan pernah dianggap biasa, karena praktik tersebut dapat berdampak buruk terhadap kualitas kepemimpinan yang lahir dari proses demokrasi,”tutupnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri, Untung Aprilianto Kordiv PP Datin, Luqman Wahyudi Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa didampingi PLT Sekretariat Bawaslu Banyuwangi, Diana Holifah, beserta jajaran. Puluhan pelajar mengikuti kegiatan dengan antusias dan terlibat aktif dalam kegiatan ini.
(Red/Team)











