Siapkan Pemilu 2029 Sejak Dini, Bawaslu Banyuwangi Gencarkan Edukasi Demokrasi dan Penguatan SDM

  • Bagikan

Banyuwangi Matadunia.co.id Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Banyuwangi mulai mempersiapkan berbagai langkah strategis menghadapi Pemilu 2029, meski tahapan resmi baru akan dimulai pada 2027. Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di internal lembaga, Bawaslu Banyuwangi juga menggencarkan melakukan konsolidasi demokrasi ke lembaga pendidikan berjenjang, sampai perguruan tinggi sekaligus melakukan MoU dengan beberapa lembaga.

Ketua Bawaslu Banyuwangi, Adrianus Yansen Pale mengatakan ruang edukasi kepemiluan sejak dini diciptakan karena menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi generasi muda dan pemilih pemula. Menurutnya, para pelajar perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih agar mampu berpartisipasi secara cerdas dalam pesta demokrasi.

Hal itu disampaikan Ansel, saat setelah melakukan MoU dengan Fakultas Hukum kampus Untag 45 Banyuwangi.

“Bulan Juni tahun 2027 tahapan Pemilu sudah mulai dilaksanakan,” ujar Ansel.

Ia menjelaskan, Bawaslu terus memperluas jangkauan pendidikan kepemiluan, tidak hanya kepada masyarakat umum dan perguruan tinggi, tetapi juga ke sekolah-sekolah melalui program Bawaslu Goes to School.

BACA JUGA :  ‎*Prof. Rokhmin Dahuri Dukung Desa Citemu Mundu Jadi Sentra Rajungan Unggulan*

Menurut ansel, siswa yang saat ini duduk di bangku kelas II dan III SMP berpotensi menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih serta mempersiapkan dokumen administrasi kependudukan.

“Tujuan utama kami hadir ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan bahwa sebagai warga negara kita tercinta, mereka juga memiliki hak dan kewajiban serta ke depan mereka akan menjadi pemilih. Karena itu, sejak sekarang mereka harus mulai menyiapkan persyaratan seperti KTP dan administrasi lainnya,” katanya.

Selain menyasar pelajar, Bawaslu juga terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan civitas akademika. Ansel menegaskan pendidikan politik tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga partai politik sebagai peserta pemilu dan semua elemen bangsa bisa berkolaborasi.

“Dalam konteks ini, Kawan-kawan partai politik yang merupakan pilar Demokrasi memiliki tanggung jawab bersama untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Bawaslu Banyuwangi Luncurkan Inovasi Sistem Digital SIDIKWANGI Sebagai Media Administrasi Arsip Keuangan

Sebagai instrumen persiapan Pemilu, Bawaslu Banyuwangi juga memanfaatkan masa non-tahapan Pemilu untuk meningkatkan kesiapan internal kelembagaan. Mulai dari Penguatan kapasitas SDM, reformasi birokrasi apalagi saat ini bawaslu banyuwangi berstatus sebagai Satuan Kerja Mandiri, serta penyusunan target kinerja bagi seluruh jajaran.

Langkah tersebut penting dilakukan sejak dini agar ketika tahapan Pemilu 2029 dimulai, seluruh jajaran sudah dapat langsung menjalankan tugas secara optimal tanpa harus lagi berfokus pada proses penyesuaian budaya dan sistem kerja.

“Ketika tahapan pemilu dimulai, kita sudah siap action. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan sejak sekarang,” ujarnya.

Bawaslu Banyuwangi juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung guna mengantisipasi potensi sengketa proses pendaftaran partai politik yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir 2027 mendatang.

“Biasanya muncul sengketa saat proses pendaftaran partai politik. Karena itu, kita siapkan semua hal yang dibutuhkan untuk itu.” tegasnya.

(Red/Team)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *