Bawaslu Menjawab, Publik Bertanya: Tidak Ada Pemilu, Apa yang Dikerjakan?

  • Bagikan

Banyuwangi Matadunia.co.id Di tengah tidak berlangsungnya tahapan Pemilu maupun Pilkada, tak sedikit masyarakat yang bertanya, apa yang sebenarnya dikerjakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)? Pertanyaan tersebut dijawab Bawaslu Banyuwangi dengan menegaskan bahwa fungsi pengawasan demokrasi tidak berhenti hanya karena pesta demokrasi sedang tidak berlangsung.

Ketua dan jajaran Bawaslu Kab. Banyuwangi menjelaskan, masa non-tahapan justru menjadi momentum penting untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta melakukan pendidikan politik kepada masyarakat agar kualitas demokrasi semakin baik.
Berbagai kegiatan terus dilakukan, mulai dari evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sebelumnya, penyusunan rekomendasi perbaikan regulasi, hingga penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen lainnya.

BACA JUGA :  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi Melaksanakan Kegiatan “Bawaslu Goes To School” Sebagai Penguatan Pendidikan dan Pengawasan di Kalangan Pelajar

Selain itu, Bawaslu juga aktif melaksanakan sosialisasi, diskusi publik, sekolah kader pengawas partisipatif, serta menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan berbagai lembaga guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.
“Bawaslu tidak hanya bekerja saat hari pemungutan suara atau ketika tahapan Pemilu berlangsung.

Pengawasan demokrasi adalah kerja berkelanjutan yang membutuhkan persiapan, evaluasi, dan kolaborasi dengan masyarakat,” ungkap Adrianus Yansen Pale Ketua Bawaslu Kabupaten Banyuwangi.

Pada masa jeda tahapan, Bawaslu juga melakukan penataan administrasi, pengelolaan arsip, penguatan data dan informasi, serta peningkatan kompetensi jajaran pengawas hingga tingkat kecamatan dan desa. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi agenda demokrasi berikutnya.

BACA JUGA :  Sekolah Jadi Episentrum Konsolidasi Demokrasi Badan Pengawas Pemilu Umum (Bawaslu) Banyuwangi

Bawaslu berharap masyarakat dapat memahami bahwa tugas pengawasan tidak semata-mata dilakukan saat Pemilu berlangsung, melainkan merupakan upaya berkesinambungan dalam menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Melalui semangat keterbukaan, Bawaslu mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam mengawal demokrasi. Sebab, demokrasi yang sehat bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Tidak ada Pemilu bukan berarti tidak ada pekerjaan. Bawaslu tetap bekerja, mengawal demokrasi sepanjang waktu.”

(Red/Team)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *