Blitar — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti kegiatan Halal Bihalal yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Blitar di Bumdes Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Minggu (05/04/2026). Kegiatan ini menjadi ruang temu lintas generasi, mempertemukan warga dan siswa PSHT dalam satu ikatan yang sarat nilai persaudaraan.
Tidak sekadar menjadi agenda rutin pasca Hari Raya Idulfitri, Halal Bihalal ini menjelma sebagai momentum reflektif untuk merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat terurai oleh kesibukan dan dinamika kehidupan. Dalam nuansa kekeluargaan yang kental, para peserta tampak larut dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna mendalam.
Ketua PSHT Cabang Kabupaten Blitar, Tugas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menyebut, Halal Bihalal adalah bentuk nyata komitmen organisasi dalam menjaga soliditas serta memperkuat karakter anggotanya.
“Ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari upaya menjaga ruh persaudaraan. Kita ingin seluruh warga dan siswa PSHT tetap solid, saling menguatkan, serta mampu mencerminkan ajaran luhur dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kekuatan PSHT tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga pada kedewasaan sikap, moralitas, dan tanggung jawab sosial yang melekat pada setiap anggotanya.
Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Ahmad Arda Bily atau yang akrab disapa Gus Bily dari Garum menjadi penguat spiritual dalam kegiatan tersebut. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun menyentuh, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya fokus pada kesehatan jasmani, tetapi juga menyeimbangkannya dengan kesehatan rohani.
Menurutnya, keseimbangan antara raga dan jiwa adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan yang utuh dan bermakna. Ia menekankan pentingnya introspeksi diri serta konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai keagamaan.
“Seringkali kita sibuk memperkuat fisik, tetapi lupa merawat batin. Padahal, kekuatan sejati lahir dari keseimbangan keduanya. Menjadi pribadi yang lebih baik adalah proses yang harus terus diupayakan,” tutur Gus Bily di hadapan peserta.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan tausiyah, dilanjutkan doa bersama, dan ditutup dengan ramah tamah yang mempererat kedekatan antaranggota. Canda, senyum, dan saling sapa menjadi warna tersendiri yang mempertegas bahwa persaudaraan di tubuh PSHT bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang hidup dan terus dijaga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat persatuan dan nilai-nilai luhur yang menjadi landasan PSHT semakin kokoh, sekaligus mampu menjadi energi positif dalam kehidupan bermasyarakat.
redaksi / suwandi












