Semarang – Investasi di Jawa Tengah pada triwulan pertama 2025 mencatatkan hasil positif dengan menyerap 97.550 tenaga kerja. Angka ini naik 23,95 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan geliat ekonomi di wilayah tersebut sekaligus berdampak pada penurunan angka pengangguran.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jateng, Sakina Rosellasari, menyampaikan bahwa investasi pada kuartal I tahun ini mencapai Rp21,85 triliun, terdiri dari 64 persen penanaman modal asing (PMA) senilai Rp14,08 triliun, dan 36 persen penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp7,7 triliun. “Penambahan proyek mencapai 20.431, dengan sektor dominan di industri tekstil, kulit, karet, makanan, dan properti,” jelasnya, Rabu (14/5/2025).
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, menilai capaian tersebut sudah baik namun perlu ditingkatkan, terutama dari sisi kolaborasi antarinstansi. Ia menekankan pentingnya verifikasi perizinan yang ketat agar tidak menimbulkan keresahan publik. “Jangan sampai izin yang dikeluarkan justru menimbulkan konflik di masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya fasilitas umum seperti tempat ibadah dalam kawasan industri. Menurutnya, antrean panjang untuk beribadah kerap mengganggu jam kerja para pekerja. “IMB perusahaan harus mengakomodasi kebutuhan seperti tempat ibadah yang memadai,” tambahnya.
Dalam konteks pariwisata, Taj Yasin juga mendorong penerapan standar internasional terkait label halal dan nonhalal dalam layanan restoran dan hotel. “Kalau restoran bisa menjelaskan dengan jelas mana yang nonhalal, ini akan mendukung wisata ramah muslim,” ujarnya. Red/Maryoto(Kaperwil Jateng)












