Jembatan Penghubung Dusun Cemanggah–Branjang Roboh Diterjang Banjir, Warga Harapkan Perbaikan Segera

  • Bagikan

Ungaran Barat,10 November 2025 — Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Ungaran Barat pada 7 November 2025 mengakibatkan jembatan penghubung antara Dusun Cemanggah dan Kelurahan Branjang rusak parah. Derasnya arus air sungai di bawah jembatan tersebut menghantam dan meruntuhkan bagian benteng penopang jembatan, sehingga akses transportasi warga kini terputus total.

Akibat kejadian tersebut, jalur utama yang biasanya dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat kini tidak dapat digunakan. Warga dari kedua dusun terpaksa harus memutar cukup jauh untuk menuju ke wilayah seberang, yang biasanya hanya berjarak beberapa menit. Kondisi ini jelas menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja, bersekolah, maupun berdagang antarwilayah.

Salah satu warga Dusun Cemanggah, mengungkapkan bahwa pascakejadian, warga sangat berhati-hati melewati area jembatan karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan di sekitar bantaran sungai. “Airnya deras sekali waktu itu, benteng penahan langsung jebol. Sekarang kami tidak berani lewat, takut roboh semua,” ujarnya.

BACA JUGA :  KPK Tetapkan Bupati Bekasi dan Ayahnya sebagai Tersangka Kasus Suap Proyek

Menanggapi kondisi tersebut, Lurah Branjang, Suhardi, menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah melaporkan kerusakan jembatan ini ke dinas terkait agar segera mendapatkan penanganan. Ia berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dapat segera melakukan survei dan langkah perbaikan darurat, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga dua dusun.

“Kami sudah sampaikan laporan resmi dan dokumentasi kerusakan ke pihak kecamatan serta dinas terkait. Mudah-mudahan segera direspons, karena warga sangat membutuhkan jembatan ini untuk aktivitas harian,” ujar Lurah Suhardi.

Sementara itu, warga setempat juga bergotong royong melakukan langkah darurat dengan membersihkan sisa puing dan memperbaiki sebagian jalan menuju area jembatan. Namun, tanpa perbaikan struktural dari pemerintah, akses ini tetap berisiko tinggi dan belum aman untuk dilalui.

BACA JUGA :  Polresta Banyuwangi Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026

Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan, masyarakat berharap agar proses perbaikan dapat segera dilakukan, guna menghindari terjadinya kerusakan yang lebih parah serta memastikan keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan perlunya perawatan dan penguatan infrastruktur pedesaan, terutama pada jalur penghubung yang berperan strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga di wilayah Ungaran Barat.

Red/Anto

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *