Probolinggo|Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di wilayah Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu malam (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Peristiwa tragis ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia yang diketahui merupakan satu keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat sebuah truk trailer bermuatan triplek melaju dari arah selatan menuju utara atau dari Lumajang ke Probolinggo. Saat mendekati perlintasan kereta api, kendaraan tersebut diduga mengalami kegagalan sistem pengereman atau rem blong.
Akibatnya, sopir truk tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dan menabrak sejumlah kendaraan yang tengah berhenti karena palang pintu kereta api tertutup.
Truk tersebut pertama kali menghantam sebuah mobil sedan Toyota Vios, kemudian beruntun menabrak kendaraan lain di depannya, termasuk pikap Daihatsu Granmax, pikap lainnya, minibus Toyota Hi-Ace, hingga akhirnya berhenti setelah menabrak truk traktor head Hino.
“Diduga truk mengalami rem blong sehingga tidak bisa mengendalikan kendaraan saat mendekati antrean,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.
Benturan paling parah dialami mobil sedan Toyota Vios yang ringsek di bagian belakang. Seluruh penumpang di dalam kendaraan tersebut, yang merupakan satu keluarga, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selain korban meninggal, satu orang dilaporkan mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Peristiwa ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi lumpuh total. Petugas kepolisian bersama tim evakuasi membutuhkan waktu beberapa jam untuk mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan serta meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, guna menghindari peristiwa serupa di kemudian hari.(E/W)










