Pelayanan Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Dikeluhkan, Pemotor Disebut Harus Berjemur di Tengah Terik Matahari

  • Bagikan

BANYUWANGI – Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali, kembali mendapat sorotan masyarakat. Keluhan tersebut muncul pada Minggu (30/8/2026), saat kondisi Pelabuhan Ketapang dipadati pengguna jasa penyeberangan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Di tengah padatnya antrean, pelayanan terhadap pengguna jasa kendaraan roda dua dinilai masih perlu mendapat perhatian. Sejumlah pengendara sepeda motor mengaku harus mengikuti arahan petugas untuk berpindah dari satu titik antrean ke titik lainnya hingga akhirnya diarahkan menuju kawasan Pelabuhan LCM.


Salah satu pengguna jasa penyeberangan asal Banyuwangi Kota, Moh Yasin, yang juga merupakan anggota Media Mata Dunia dengan jabatan Koordinator Liputan (Korlip) Jawa Timur, turut merasakan kondisi tersebut.

Menurut Yasin, kendaraan roda dua awalnya diarahkan menuju sisi utara. Setelah sampai di area parkir utara, para pengendara kemudian kembali diarahkan menuju sisi selatan hingga masuk ke kawasan Pelabuhan LCM.

Persoalan muncul ketika para pengendara sepeda motor harus menunggu cukup lama di area parkir LCM dalam kondisi terbuka dan terpapar terik matahari.

“Kurang lebih sekitar 45 menit kami menunggu di tengah teriknya matahari. Kasihan para pemotor, apalagi yang membawa anak kecil atau balita. Ada anak-anak yang sampai menangis karena kepanasan,” ujar Moh Yasin.

BACA JUGA :  Dorong Ide Kreatif, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Gulirkan Kompetisi Inovasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Masyarakat

Merasa kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, Yasin kemudian turun dan menemui petugas lapangan untuk meminta penjelasan terkait antrean kendaraan roda dua tersebut.

Namun, menurut Yasin, jawaban yang diterimanya dari salah seorang petugas justru terkesan kurang memberikan solusi.

“Lho, kenapa kok tidak lewat sebelah sana? Coba lewat sana, kan sudah masuk,” ujar Yasin menirukan perkataan petugas tersebut.

Yasin kemudian menjawab dengan santai bahwa para pengguna jasa penyeberangan pada dasarnya hanya mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Mohon maaf, Pak. Semua pengguna jasa penyeberangan ini kan mengikuti arahan petugas di lapangan. Disuruh ke kanan ya ke kanan, disuruh ke kiri ya ke kiri,” kata Yasin.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai lamanya antrean, tetapi lebih kepada bagaimana pihak pengelola memberikan pelayanan yang tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa ketika terjadi kepadatan.
Ia berharap ketika antrean kendaraan roda dua cukup panjang, terlebih pada siang hari dengan kondisi cuaca panas, pihak pengelola dapat menyediakan atau mengatur area tunggu yang memiliki perlindungan dari paparan sinar matahari.
“Setidaknya kalau antreannya panjang, bisa diusahakan ada tempat berteduh beberapa meter. Kasihan para pemotor, terutama yang membawa balita. Mereka harus menunggu dan berjemur cukup lama di bawah terik matahari,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tegakkan Aturan Tanpa Kompromi, Kalapas Banyuwangi Beri Arahan Kepada Pegawai Demi Stabilitas Keamanan Lapas

Yasin juga menyayangkan apabila keluhan pengguna jasa tidak mendapatkan respons yang semestinya dari petugas di lapangan. Menurutnya, masyarakat sebagai pengguna jasa berhak memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi.
“Jangan sampai karena padatnya antrean, aspek kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa justru terabaikan. Yang membawa anak kecil tentu membutuhkan perhatian lebih,” tegasnya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola jasa penyeberangan, khususnya di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.
Yasin juga meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut memberikan perhatian terhadap persoalan pelayanan publik di kawasan penyeberangan tersebut, terutama menyangkut kenyamanan dan keamanan masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan.

“Kami berharap pengelola penyeberangan bisa lebih memperhatikan kondisi pengguna jasa, khususnya pengendara roda dua yang membawa balita. Jangan sampai mereka harus berjemur terlalu lama hanya karena tidak tersedia tempat tunggu yang memadai,” pungkasnya.

red/biro banyuwangi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *