BANYUWANGI – MATA DUNIA – Semangat mencetak generasi atlet berprestasi kembali ditunjukkan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banyuwangi melalui gelaran Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Banyuwangi 2026.
Ajang bergengsi tersebut digelar selama lima hari, 27–31 Agustus 2026, bertempat di Aula Cheng Hoo Banyuwangi. Kejurkab ini menjadi momentum penting bagi dunia pencak silat Banyuwangi untuk menguji kemampuan para pesilat sekaligus mencari bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat diproyeksikan ke level yang lebih tinggi.
Mengusung tema “Road to Prestasi & Pemasalan”, Kejurkab tidak hanya berbicara mengenai siapa yang menang dan siapa yang kalah di atas gelanggang. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan dan regenerasi atlet pencak silat di Banyuwangi.
Pencak silat bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, keberanian, mental, sportivitas, serta karakter.
Karena itu, kompetisi seperti Kejurkab dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding kepada para pesilat sejak usia dini hingga jenjang yang lebih tinggi.
Bukan Sekadar Bertanding, Talent Scouting Jadi Bagian Penting
Hal menarik dalam Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi 2026 adalah adanya bidang Talent Scouting yang secara khusus masuk dalam susunan kepanitiaan.
Keberadaan bidang tersebut memperlihatkan bahwa pertandingan tidak berhenti pada perebutan medali. Ada proses untuk melihat potensi atlet yang memiliki kemampuan dan prospek untuk terus dikembangkan.
Bibit-bibit terbaik dari ajang ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan pencak silat Banyuwangi dalam menghadapi kompetisi tingkat Jawa Timur hingga nasional.
Terlebih, pada backdrop kegiatan juga tercantum “Road to Prestasi & Pemasalan”, serta kaitannya dengan agenda olahraga seperti POPDA Jatim 2026 dan Gubernur Cup Jatim 2026.
Dengan demikian, Kejurkab menjadi salah satu tahapan penting untuk mempersiapkan atlet Banyuwangi agar tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi mampu bersaing ketika membawa nama daerah di panggung yang lebih besar.
Didukung DISPORA dan KONI Banyuwangi
Pelaksanaan Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi melibatkan sejumlah unsur dalam kepanitiaan. DISPORA Banyuwangi dan KONI Banyuwangi tercatat sebagai pelindung kegiatan.
Sementara Ahmad Syifa Nailul Wafar, S.Kom., M.A.P. dan Dr. Fajar Isnaeni, S.E., M.M. dipercaya sebagai penanggung jawab.
Dukungan juga datang dari jajaran penasihat, yakni Fajar Endranto, S.E. dan Bibib Prayoga.
Untuk pelaksanaan teknis kegiatan, Moh. Setio Aji dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Rivani Noer Maulidi dan Moh. Rendy Adna Ardiansyah sebagai sekretaris.
Posisi bendahara dipercayakan kepada Mustofa Kemal Pasha dan Hasan Aminudin, S.Pd., sementara Arif bertugas di bagian administrasi.
Pada bidang komunikasi dan publikasi, Rino Arya Armada, S.H. dipercaya sebagai Humas. Kemudian Adhy Muhammad Giwangkoro sebagai PJ Pertandingan dan Astari Septia Putri serta Siska Nanda Safitri, M.Pd. sebagai Sekretaris Gelanggang.
Sementara bidang perlengkapan diisi Ipung, Purnomo Sidiq dan Rendy Oktaviano. Bidang konsumsi dipercayakan kepada Selvian Etin Elidavi dan Yuni.
Untuk dokumentasi dan publikasi digital (PDD), panitia menempatkan Mohammad Sahrul dan Mohammad Riswan Efendi. Sedangkan bagian printer dipercayakan kepada Rofi Nazar Amrikin dan Moch. Fahmi Idris.
Adapun bidang Talent Scouting diemban oleh Nur Hidayat dan Yuni Rahmawati.
Diharapkan Lahir Pesilat yang Bukan Hanya Tangguh, Tapi Berkarakter
Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi 2026 diharapkan mampu menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet muda yang memiliki kualitas teknik, mental juara dan karakter kuat.
Sebab, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan kompetisi, pembinaan berkelanjutan, evaluasi dan keberanian memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk berkembang.
Melalui Kejurkab inilah, para pesilat Banyuwangi mendapatkan ruang untuk membuktikan kemampuan sekaligus belajar menghadapi tekanan pertandingan.
IPSI Kabupaten Banyuwangi diharapkan terus memperkuat pembinaan dari tingkat akar rumput hingga jenjang prestasi, sehingga pencak silat tidak hanya menjadi olahraga yang diminati masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu konsisten menyumbangkan prestasi bagi Banyuwangi.
Dari gelanggang Kejurkab 2026, semoga lahir pesilat-pesilat tangguh yang kelak mampu mengibarkan nama Banyuwangi di tingkat Jawa Timur, nasional, bahkan internasional.
red/team












