Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi Resmi Ditutup, IPSI Banyuwangi Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Bermental Juara

  • Bagikan

BANYUWANGI — Rangkaian Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Banyuwangi yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banyuwangi resmi berakhir. Ajang yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet pencak silat potensial di Kabupaten Banyuwangi.

Kejurkab yang dipusatkan di Aula Cheng Hoo Banyuwangi itu mengusung semangat “Road to Prestasi & Pemasalan”. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperluas minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap olahraga pencak silat.
Suasana penutupan berlangsung meriah. Para atlet, pelatih, official, panitia serta pendukung masing-masing perguruan turut merayakan berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan dengan penuh kebersamaa.

Humas Panitia Kejurkab Pencak Silat Banyuwangi, Rino Arya Armada, S.H., mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan kejuaraan tidak semata-mata diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari munculnya bibit-bibit atlet yang nantinya dapat membawa nama Banyuwangi di tingkat yang lebih tinggi.

“Kejurkab ini bukan hanya tentang menang dan kalah. Yang paling penting adalah bagaimana kita menemukan potensi-potensi atlet muda Banyuwangi, kemudian memberikan ruang kepada mereka untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Rino.

BACA JUGA :  Dandim 0825/Banyuwangi Pimpin Tonggak Bersejarah: Jembatan Perintis Garuda Resmi Dibangun, Denyut Harapan Warga Songgon Dimulai

Menurutnya, persaingan selama kejuaraan juga menjadi pengalaman berharga bagi para atlet. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik, tetapi juga harus mempunyai mental bertanding, disiplin dan sportivitas.

“Kami ingin para atlet tidak berhenti sampai di Kejurkab. Ini harus menjadi langkah awal menuju prestasi yang lebih tinggi. Setelah ini tentu ada evaluasi dan pembinaan agar atlet-atlet terbaik bisa dipersiapkan menghadapi event berikutnya,” tegasnya.

Rino juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Kejurkab, mulai dari jajaran IPSI Kabupaten Banyuwangi, panitia, wasit dan juri, pelatih, official, perguruan pencak silat, orang tua atlet hingga seluruh peserta.

Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan pencak silat yang sehat di Banyuwangi.

BACA JUGA :  Sakit Hati Kerap Dimaki, Menantu Tega Habisi Nyawa Mertua di Blitar

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perguruan dan peserta yang sudah berpartisipasi. Kepada para juara, jangan cepat puas. Kepada yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Justru dari kekalahan kita belajar untuk menjadi lebih baik,” katanya.

Lebih jauh, ia berharap Kejurkab ini mampu menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan atlet-atlet Banyuwangi menuju berbagai ajang yang lebih besar, termasuk agenda olahraga pelajar maupun kejuaraan tingkat provinsi.

“Target kami jelas, prestasi harus terus meningkat. Tetapi prosesnya juga harus dibangun dengan pembinaan yang berkelanjutan. Kami ingin pencak silat Banyuwangi semakin kuat, semakin banyak peminatnya dan semakin banyak atlet yang mampu mengharumkan nama daerah,” pungkas Rino.

Dengan berakhirnya Kejurkab tersebut, semangat pembinaan pencak silat di Banyuwangi diharapkan tidak ikut berakhir. Sebaliknya, kejuaraan ini menjadi titik awal untuk melahirkan generasi baru pesilat Banyuwangi yang berprestasi, disiplin, sportif dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.

red/team

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *