Karnaval HUT RI Desa Kertonegoro Tuai Sorotan, Juara 1–3 Disebut Hanya Mendapat Tiga Ekor Ayam Kampung dan Trofi

  • Bagikan

JEMBER, MATADUNIA.CO.ID – Gelaran Karnaval HUT RI di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, menuai sorotan dari sejumlah pihak. Bukan semata karena kemeriahan kegiatan, melainkan karena hadiah yang diterima para pemenang lomba dinilai tidak sebanding dengan ekspektasi peserta terhadap sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak desa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pemenang juara 1, 2, dan 3 masing-masing mendapatkan trofi serta hadiah berupa ayam kampung, dengan total yang disebut-sebut hanya tiga ekor untuk para pemenang.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Terlebih, kegiatan tersebut disebut melibatkan pihak Pemerintah Desa Kertonegoro sebagai panitia penyelenggara.

Sorotan semakin mengemuka ketika persoalan hadiah dipertanyakan. Salah seorang narasumber berinisial WI menyebut adanya celetukan yang mengaitkan minimnya hadiah dengan kondisi Kepala Desa Kertonegoro yang disebut sedang berduka.

“kadesnya habis berduka mungkin keuangannya tidak ada,” demikian celetukan yang disampaikan sebagaimana dituturkan kepada media.
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru.

BACA JUGA :  ‎Dinas Pendidikan Jatim Resmi Larang Wisuda SMA/SMK Melalui Surat Edaran Yang Dikeluarkan

Apa hubungan kondisi pribadi atau keluarga kepala desa yang sedang berduka dengan anggaran kegiatan lomba karnaval yang diselenggarakan oleh desa?
Pertanyaan ini penting untuk dijawab secara terbuka agar tidak muncul persepsi liar di tengah masyarakat.

Jika kegiatan tersebut memang merupakan kegiatan Pemerintah Desa Kertonegoro, publik tentu berhak mengetahui dari mana sumber pembiayaannya, siapa yang menjadi penanggung jawab kegiatan, berapa anggaran yang disiapkan, serta bagaimana mekanisme pengadaan hadiah bagi para pemenang.

Sebaliknya, apabila kegiatan tersebut bukan menggunakan anggaran desa dan sepenuhnya merupakan kegiatan swadaya panitia, hal tersebut juga semestinya dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Sebab, persoalannya bukan sekadar tiga ekor ayam kampung.

Yang menjadi perhatian adalah transparansi dan pertanggungjawaban penyelenggaraan kegiatan yang membawa nama Desa Kertonegoro.
Jangan sampai sebuah kegiatan yang seharusnya menjadi ruang hiburan, kreativitas, dan kebersamaan masyarakat justru meninggalkan tanda tanya mengenai pengelolaan kegiatan serta dasar penentuan hadiah.

BACA JUGA :  “Istiqomah Dalam Aksi Kemanusiaan: Donor Darah Rutin Pondok Pesantren Syaifudin Zuhri Jadi Penopang Stok Darah di Kudus”

Narasumber berinisial WI berharap pihak terkait memberikan penjelasan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi asumsi yang merugikan pihak mana pun.

“Kalau memang anggarannya terbatas, masyarakat tentu bisa memahami. Tetapi harus jelas sumber dananya, siapa yang mengelola, serta bagaimana pertanggungjawabannya. Jangan sampai muncul alasan yang tidak ada kaitannya dengan kegiatan,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, diperlukan penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Kertonegoro maupun pihak panitia terkait besaran anggaran kegiatan, sumber dana, rincian penggunaan anggaran, serta alasan penetapan hadiah bagi juara 1, 2, dan 3.

Matadunia.co.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Kertonegoro, panitia penyelenggara, maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.

Bersambung — publik menunggu transparansi.

redaksi/sohibul/team

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *