Melihat situasi kritis tersebut, keluarga berupaya membawa pasien kembali ke fasilitas kesehatan. Suami almarhumah, Munawar, sempat mendatangi dan menghubungi petugas Puskesmas Sokawangi untuk meminta penanganan rujukan. Namun, upaya menghubungi petugas ambulans puskesmas sebanyak tiga kali tidak mendapatkan respons cepat. Atas petunjuk dari pihak puskesmas, keluarga akhirnya merujuk pasien ke RSI Al-Ikhlas Pemalang menggunakan bantuan fasilitas ambulans.

BACA JUGA :  Satreskrim Polresta Banyuwangi Berhasil Bongkar Sindikat Pengoplosan LPG 3 Kg di Bangorejo dan Muncar

Setibanya di RSI Al-Ikhlas pada Rabu (12/8/2026), tim medis melakukan penanganan darurat berupa penyedotan cairan pada bagian lambung yang menghasilkan hampir satu kantong penuh. Pihak RSI menjelaskan pembengkakan perut dipicu oleh tingginya asam lambung, serta mengidentifikasi adanya riwayat penyakit penyerta berupa hipertensi dan gangguan jantung pada pasien, ungkap keluarga korban kepada awak media.

Pasca-tindakan tersebut, almarhumah dipindahkan ke ruang ICU untuk perawatan intensif. Meski kondisi sesak napas sempat mereda pada malam hari, Kartika Sani akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Almarhumah meninggalkan suami dan tiga anak yang masih berusia sekolah menengah (2 SMP), PAUD, serta seorang bayi.

Suami almarhumah, Munawar, menyampaikan keluhan mendalam terkait minimnya transparansi dan edukasi medis dari tim dokter RSUD dr. M. Ashari mengenai komplikasi penyakit yang diidap istrinya sebelum maupun sesudah operasi. Pihak keluarga menyayangkan tidak adanya penjelasan awal terkait risiko hipertensi, jantung, dan asam lambung yang dialami almarhumah.

“Harapan saya kalau bisa seharusnya dikasih tahu dari awal, agar pihak keluarga tahu kendala dan risikonya ke depan. Jadi kita sebagai suami dan keluarga tidak kaget serta punya pandangan langkah penanganannya,” ujar Munawar.

BACA JUGA :  Dari Dedikasi ke Kehormatan: Detik-Detik Haru Kenaikan Pangkat Prajurit Kodim 0825/Banyuwangi yang Bikin Bangga

​Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, meminta semua pihak menunggu proses verifikasi data medis.

​”Mohon konfirmasi dulu agar informasi yang disampaikan benar dan akurat,” kata Wiji singkat melalui pesan tertulis.

Sementara, Aziz, Humas RSUD Pemalang saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, pihaknya menyampaikan turut berdukacita. Menurutnya dari informasi yang telah diterima pihaknya akan segera mengecek data terlebih dulu. Kemudian untuk keterangan resminya. Pihak RSUD dr. Ashari Pemalang akan segera memberikan keterangan resmi.

“Untuk saat ini kami mengucapkan turut berdukacita, kami segera cek data dan untuk keterangan lebih lanjut. Segera kami kabarkan antara hari Sabtu atau hari Senin,” ujarnya.

Sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah yang terikat pada regulasi pelayanan publik dan standar keselamatan pasien, RSUD dr. M. Ashari Pemalang memegang tanggung jawab tata kelola medis secara transparan. Hingga berita ini diturunkan, tim awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak manajemen RSI Al-Ikhlas terkait kronologi penanganan medis pasien tersebut.

(redaksi/team)