BANYUWANGI – Gelombang dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menggema di Kabupaten Banyuwangi. Ribuan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bersatu untuk MBG (FMBG) memadati halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Gedung DPRD Banyuwangi dalam aksi damai yang berlangsung tertib, aman, namun sarat dengan pesan kuat tentang pentingnya mendukung program yang dinilai menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Sejak pagi hari, ribuan peserta aksi berdatangan dari berbagai kecamatan di Banyuwangi dengan membawa spanduk, bendera, serta poster berisi dukungan terhadap Program MBG. Di sepanjang jalannya aksi, yel-yel dukungan terus menggema, menunjukkan antusiasme masyarakat yang menginginkan agar program tersebut dapat berjalan tanpa terhambat oleh kepentingan politik maupun narasi yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi masyarakat secara menyeluruh.
Dengan pengawalan aparat kepolisian, seluruh rangkaian aksi berlangsung damai dan kondusif. Meski demikian, di balik ketertiban tersebut tersimpan pesan yang tegas. Massa menilai bahwa aspirasi masyarakat yang mendukung program pemerintah juga memiliki ruang yang sama dalam demokrasi dan patut mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah maupun DPRD Banyuwangi.
Dalam berbagai orasi yang disampaikan, perwakilan FMBG menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan strategis yang diyakini membawa manfaat luas bagi masyarakat. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga diyakini mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga sektor usaha lokal sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan.
Menurut mereka, kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat semestinya dinilai berdasarkan manfaat yang dihasilkan, bukan semata-mata dipandang dari perspektif politik. FMBG menilai bahwa pembangunan akan berjalan lebih optimal apabila seluruh elemen bangsa mampu mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok ataupun kepentingan sesaat.
Massa juga menyoroti berkembangnya berbagai opini di ruang publik terkait Program MBG. Mereka mengajak seluruh pihak untuk menyampaikan kritik secara objektif, berdasarkan data dan fakta, serta menghindari penyebaran narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, FMBG mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan DPRD Banyuwangi agar memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi damai tersebut. Mereka berharap para pemangku kebijakan mampu menjalankan fungsi representasi rakyat dengan mendengar, memahami, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara adil dan proporsional.
“Jangan sampai suara ribuan masyarakat yang datang dengan tertib ini dianggap angin lalu. Aspirasi rakyat adalah amanah yang wajib didengar, bukan sekadar formalitas yang diterima lalu dilupakan,” tegas salah seorang orator di hadapan ribuan peserta aksi.
Bagi FMBG, kehadiran ribuan masyarakat menjadi bukti bahwa dukungan terhadap Program MBG memiliki basis yang nyata di tengah masyarakat. Mereka mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya memberikan ruang bagi kritik, tetapi juga menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai membawa manfaat bagi kepentingan publik.
Sebagai bentuk keseriusan, perwakilan FMBG menyerahkan dokumen berisi pernyataan sikap dan aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan DPRD Banyuwangi. Mereka berharap dokumen tersebut tidak hanya menjadi arsip administratif, tetapi benar-benar menjadi bahan pertimbangan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi.
FMBG juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor pangan lokal.
Rifki: Dukungan Rakyat Juga Harus Didengar
Dalam kesempatan yang sama, Rifki Pria Hartawan Usman, S.H., Wasekjen DPC Partai Gerindra Kabupaten Banyuwangi yang juga berprofesi sebagai advokat, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat Banyuwangi yang secara terbuka menyampaikan dukungan kepada Presiden beserta berbagai program strategis pemerintah.
Meski saat ini sedang menjalankan tugas profesinya di Sulawesi Utara, Rifki mengaku tetap mengikuti perkembangan aksi damai tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberadaannya di Sulawesi Utara merupakan bagian dari tanggung jawab profesinya sebagai advokat yang sedang memberikan pendampingan hukum kepada seorang nahkoda beserta puluhan anak buah kapal (ABK).
“Saat ini saya berada di Sulawesi Utara untuk menjalankan amanah profesi sebagai advokat dalam memberikan pendampingan hukum kepada seorang nahkoda dan puluhan anak buah kapal yang membutuhkan bantuan hukum. Sebagai seorang advokat, tentu amanah tersebut harus saya laksanakan secara profesional. Namun, meskipun berada jauh dari Banyuwangi, saya tetap memantau jalannya aksi damai hari ini sebagai bentuk nyata dukungan masyarakat kepada Bapak Presiden beserta program-program pemerintah yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Rifki.
Menurut Rifki, kehadiran ribuan masyarakat menunjukkan bahwa aspirasi publik sangat beragam dan tidak dapat diwakili oleh satu kelompok saja. Ia menegaskan bahwa masyarakat juga memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang diyakini membawa manfaat bagi bangsa.
“Kehadiran ribuan masyarakat hari ini menunjukkan bahwa suara mahasiswa ataupun kelompok tertentu bukanlah satu-satunya representasi suara rakyat Indonesia. Hari ini masyarakat juga turun ke jalan secara damai untuk menyampaikan dukungan kepada Bapak Presiden beserta program-program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi investasi besar dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045,” tegasnya.
Rifki menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis tidak semestinya dipandang hanya sebagai program pemberian makanan kepada peserta didik. Menurutnya, program tersebut merupakan investasi strategis negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan kepada peserta didik. Ini merupakan investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, kuat, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi di masa depan. Ketika kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi, maka kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas, bahkan daya saing bangsa juga akan meningkat. Karena itu, seluruh elemen masyarakat sudah semestinya bersama-sama mengawal dan mendukung program yang berpihak pada masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi maupun DPRD Banyuwangi belum memberikan pernyataan resmi terkait aspirasi yang disampaikan oleh ribuan massa FMBG. Masyarakat kini menantikan respons dan langkah konkret pemerintah daerah serta DPRD dalam menyikapi aspirasi yang telah disampaikan secara terbuka, damai, dan konstitusional tersebut.
redaksi matadunia.co.id












