LUAR BIASA! MAULID AKBAR NABI & HUT RI KE-81 DI PONDOK PESANTREN HABIB MUKSIN DIMERIAHKAN DRUMBAND SMK ISLAM & KESENIAN LESUNG KHAS RANDUDONGKAL

  • Bagikan

KARANGMONCOL — RANDUDONGKAL — PEMALANG — Suasana penuh keberkahan, semangat kebangsaan, dan kental dengan nuansa budaya luhur meliputi Pondok Pesantren Habib Muksin, yang bertempat di Dukuh Tegal Panjang, Desa Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Pada tanggal 16 Agustus 2026, digelar peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang berlangsung sangat meriah, sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Acara dihadiri ribuan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para alim ulama dari berbagai penjuru.

 

“Satukan Langkah dan Semangat Demi Mewujudkan Indonesia yang Adil, Makmur, dan Bermartabat”

🥁 DRUMBAND SMK ISLAM RANDUDONGKAL TAMPIL SANGAT MERIAH & KOMPAK

Kegiatan semakin hidup dan berwarna dengan penampilan istimewa dari pasukan Drumband SMK Islam Randudongkal yang tampil sangat kompak, penuh semangat, dan memukau seluruh hadirin. Irama musik yang syahdu dan bergema semangat, diiringi gerakan barisan yang rapi, serempak, dan penuh kedisiplinan, membuat suasana menjadi semakin hidup dan penuh kegembiraan.

 

“Penampilan anak-anak SMK Islam ini benar-benar luar biasa! Sangat kompak, rapi, dan penuh semangat. Mereka membawa semangat keagamaan sekaligus semangat kemerdekaan yang luar biasa kuat. Semoga semakin berkah dan sukses,” ujar salah satu pengurus Pondok Pesantren Habib Muksin.

 

Suara alat musik yang harmonis dan gerakan yang serempak menjadi bukti kedisiplinan, kekompakan, dan latihan yang sungguh-sungguh dari para siswa. Penampilan ini disambut tepuk tangan meriah dan pujian dari seluruh tamu undangan maupun warga yang hadir.

🪘 KESENIAN LESUNG KHAS RANDUDONGKAL, WARISAN BUDAYA YANG TETAP LESTARI

Tak hanya drumband, acara ini juga semakin memperkaya suasana dengan hadirnya kesenian Lesung khas Randudongkal yang ikut meramaikan syiar tersebut. Para sesepuh dan seniman setempat tampil memukau dengan irama pukulan alu ke lesung kayu yang berpadu serasi, menciptakan bunyi yang berirama, syahdu, dan penuh semangat — seolah mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur dan bersatu.

BACA JUGA :  GABSI Mendesak pemerintah Kabupaten Semarang agar segera menutup Wisata Celosia.

Kesenian lesung ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi serta berkah yang diberikan Allah SWT. Para penampil tampil penuh semangat dan kekompakan, menunjukkan bahwa budaya luhur nenek moyang tetap dijaga dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman.

“Alangkah indahnya perpaduan antara syiar agama, semangat kemerdekaan, dan kelestarian budaya leluhur seperti kesenian lesung ini. Ini ciri khas Randudongkal yang patut kita banggakan dan terus jaga,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Penampilan kesenian lesung ini disambut antusiasme tinggi oleh seluruh tamu undangan, jamaah, maupun anak-anak yang hadir, menjadi bukti bahwa budaya tradisional tetap dicintai dan memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

🤲 HARAPAN & DOA HABIB MUKSIN UNTUK KEDEPANNYA

Di akhir acara, Habib Muksin selaku pendiri dan pembina Pondok Pesantren menyampaikan harapan tulus dan penuh doa untuk masa depan kegiatan ini:

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Semoga kegiatan seperti ini selalu lancar, diberkahi Allah SWT, dan dapat terus berjalan dengan baik dari tahun ke tahun. Semoga tidak ada halangan, semakin hari semakin berkembang, dan dapat bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat, khususnya warga Desa Karangmoncol dan seluruh Kecamatan Randudongkal pada umumnya.”

Beliau juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial semata, tetapi benar-benar membawa manfaat nyata dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semoga ke depannya, peringatan Maulid Nabi dan perayaan kemerdekaan ini dapat terus mempersatukan kita semua — tanpa membedakan apapun. Bersatu dalam kebaikan, bersatu dalam syiar agama, dan bersatu dalam cinta tanah air. Semoga Allah SWT senantiasa melancarkan segala urusan kita, menjaga kebersamaan kita, dan memberikan keberkahan yang melimpah untuk semua warga di sini.”

BACA JUGA :  Dugaan Adanya Penyimpangan dan Penyelewengan Dana Anggaran APBD Kecamatan Bodeh TA 2024 Terkait Belanja Barang dan Jasa

“Kepada semua panitia, tamu undangan, dan seluruh warga yang hadir — semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian dengan pahala yang berlipat ganda. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya, diberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam setiap langkah kita. Semoga kegiatan ini tetap berjalan lancar, terus berlanjut, dan menjadi syiar yang abadi.”

🤝 SATU ACARA, TIGA SEMANGAT: AGAMA — KEMERDEKAAN — BUDAYA

Kegiatan ini menyatukan tiga hal indah sekaligus:

– ✅ Syiar Agama — meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW;

– ✅ Semangat Kebangsaan — merayakan kemerdekaan RI ke-81, mencintai tanah air;

– ✅ Budaya Luhur — melestarikan kesenian tradisional sebagai identitas bangsa yang tak ternilai harganya.

Suasana di tenda besar Pondok Pesantren Habib Muksin terasa begitu hangat, damai, dan penuh keberkahan. Warga dari berbagai usia hadir dengan penuh antusias, menunjukkan betapa masyarakat sangat mendukung kegiatan yang menyatukan nilai keagamaan, kebangsaan, dan budaya.

🙏 HARAPAN AGAR TETAP LESTARI & MENJADI KEbangGAAN BERSAMA

Diharapkan semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, tidak hanya untuk merayakan hari besar agama dan negara, tetapi juga sebagai wadah untuk terus melestarikan kesenian dan budaya daerah, khususnya kesenian Lesung khas Randudongkal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi-generasi mendatang. Semoga keberkahan Maulid Nabi dan semangat kemerdekaan RI senantiasa menyertai langkah kita semua, menjadikan kita umat yang beriman, berbudaya, dan mencintai tanah air.

red/purwanto

Penulis: redaksiEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *