HARI KEDUA PASIEN MENINGGAL, KELUARGA PERTANYAKAN PENANGANAN RSNU ROGOJAMPI: “INI MASALAH NYAWA, BUKAN SOAL DOKTER ATAU KAMAR!”

  • Bagikan

BANYUWANGI — Hari kedua setelah meninggalnya seorang pasien, duka keluarga masih menyisakan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan RSNU Rogojampi.

Keluarga mempertanyakan proses penanganan pasien sejak berada di RSNU Rogojampi hingga keputusan untuk melakukan rujukan ke RSUD Blambangan. Mereka menilai terdapat persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka, khususnya terkait kecepatan penanganan dan proses rujukan ketika kondisi pasien membutuhkan pelayanan lebih lanjut.

Bagi keluarga, persoalan tersebut bukan perkara sederhana.

Mereka mempertanyakan apakah setiap langkah penanganan dan rujukan telah dilakukan secara cepat dan tepat sesuai kondisi pasien.

Salah satu anggota keluarga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada pihak RSNU Rogojampi.

«“Keluarga sangat kecewa kepada Rumah Sakit NU Rogojampi. Kalau bisa cara menangani pasien jangan ada bahasa ‘nggak dokter’, ‘nggak kamarnya’. Ini masalah nyawa.”»

Pernyataan keluarga tersebut menjadi sorotan serius.

Sebab, ketika seorang pasien berada dalam kondisi yang membutuhkan penanganan segera, keluarga tentu berharap rumah sakit mampu memberikan keputusan medis secara cepat, komunikasi yang jelas, serta langkah konkret apabila fasilitas atau tenaga medis tertentu memang tidak tersedia.

BACA JUGA :  Polsek Setu Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Safari Jumat di Masjid Al-Barkah

BUKAN SEKADAR SOAL KAMAR DAN DOKTER

Kekecewaan keluarga semakin kuat karena mereka merasa persoalan pasien tidak semestinya berhenti pada alasan ketersediaan dokter maupun kamar.

Jika memang seorang pasien membutuhkan rujukan, maka keluarga berhak mendapatkan penjelasan mengenai kapan keputusan rujukan dibuat, apa pertimbangannya, bagaimana proses komunikasi dengan rumah sakit tujuan, serta tindakan apa yang diberikan selama menunggu proses rujukan.

Hal-hal tersebut menjadi penting untuk menjawab pertanyaan keluarga yang hingga hari kedua setelah pasien meninggal masih menyimpan tanda tanya.

Apakah proses penanganan dan rujukan sudah dilakukan secepat mungkin?

Pertanyaan tersebut tentu menjadi ranah RSNU Rogojampi untuk memberikan penjelasan berdasarkan fakta medis dan rekam medis pasien.

KELUARGA BERHARAP JANGAN TERULANG

Keluarga tidak ingin persoalan serupa kembali dialami pasien lainnya.

BACA JUGA :  Polisi Satwa K-9 Ramaikan Pet Adventure Wonderland di PIK, Edukasi Masyarakat Disambut Antusias

«“Jangan sampai terulang lagi kepada pasien lainnya.”»

Kalimat tersebut menjadi pesan sekaligus harapan kepada RSNU Rogojampi agar pelayanan terhadap pasien, khususnya dalam kondisi yang membutuhkan penanganan maupun rujukan segera, benar-benar mengedepankan keselamatan pasien.

MataDunia.co.id menilai persoalan ini layak mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak RSNU Rogojampi. Bukan untuk menghakimi, melainkan agar masyarakat mendapatkan informasi yang terang mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Sebab ketika menyangkut pasien dalam kondisi kritis, yang dipertaruhkan bukan sekadar administrasi, bukan sekadar ketersediaan kamar, dan bukan sekadar persoalan ada atau tidak adanya dokter. Yang dipertaruhkan adalah keselamatan manusia.

Kini, pihak RSNU Rogojampi memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi secara terbuka terkait proses penanganan pasien, termasuk kronologi keputusan rujukan ke RSUD Blambangan.

Jangan sampai keluarga hanya membawa pulang duka, sementara pertanyaan tentang proses pelayanan masih belum mendapatkan jawaban.

red/mbah geger

Penulis: redaksiEditor: redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *