Semangat Kemerdekaan ke-81 RI, Warga dan Organisasi Kepemudaan di Tanggunggunung Bersatu dalam Upacara 17 Agustus

  • Bagikan

Tulungagung | Semangat kebangsaan dan persatuan masyarakat mewarnai pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Dusun Jaten, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Senin (17/8/2026).

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh pemuda Desa Ngrejo bersama Ketua DPC 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera” Kabupaten Tulungagung, Roni Prasetya, tersebut berlangsung khidmat, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan. Sekitar 70 peserta hadir dalam rangka memperingati momentum kemerdekaan sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di tingkat desa.

Peserta upacara berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk Lembaga 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera”, perwakilan Karang Taruna, serta organisasi pencak silat PSHT, IKSPI, Pagar Nusa, dan Bintang Surya. Keterlibatan berbagai kelompok tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak menjadi penghalang untuk berdiri bersama dalam satu semangat: menjaga persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dua Sesi Upacara, Semangat Kemerdekaan Sepanjang Hari
Rangkaian peringatan dilaksanakan dalam dua sesi. Pengibaran bendera Merah Putih dimulai sekitar pukul 07.30 WIB hingga selesai, kemudian dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera pada sore hari mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai.

BACA JUGA :  DPC Gerakan Berani Nusantara Banyuwangi Tebar Kebaikan Ramadan, Ratusan Takjil Dibagikan untuk Pengguna Jalan

Pelaksanaan dua sesi tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian seremoni tahunan. Momentum tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga dan diisi dengan kerja nyata.
Di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang organisasi berbeda, pelaksanaan upacara juga memperlihatkan pentingnya membangun ruang kebersamaan. Organisasi kepemudaan, perguruan pencak silat, lembaga masyarakat, dan warga dapat mengambil peran masing-masing dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta persaudaraan di lingkungan masyarakat.
Roni Prasetya: Kemerdekaan Harus Menjadi Momentum Persatuan
Ketua DPC 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera” Kabupaten Tulungagung, Roni Prasetya, menyampaikan harapan agar peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, kemerdekaan harus menjadi momentum untuk terus memperbaiki kondisi bangsa dari berbagai aspek serta memperkuat persatuan masyarakat.

“Semoga di hari kemerdekaan ini Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin lebih baik dari segi apa pun. Khususnya masyarakat Kabupaten Tulungagung, kami berharap dapat terus bersatu, bahu-membahu, dan bersama-sama menuju Indonesia maju.”

Roni menekankan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Persatuan di tingkat bawah menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, produktif, dan saling mendukung.
Persatuan Jangan Berhenti di Lapangan Upacara
Peringatan kemerdekaan di Dusun Jaten menjadi pesan bahwa semangat kebangsaan seharusnya tidak berhenti ketika upacara selesai. Persatuan harus diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari melalui kepedulian sosial, gotong royong, menjaga kerukunan, serta keberanian ikut berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

BACA JUGA :  ‎Dinas Pendidikan Jatim Resmi Larang Wisuda SMA/SMK Melalui Surat Edaran Yang Dikeluarkan

Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan organisasi dalam satu kegiatan juga menjadi modal sosial yang penting bagi Kabupaten Tulungagung. Perbedaan organisasi dan komunitas semestinya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Ngrejo diharapkan dapat menjadi titik penguat komitmen bersama untuk menjaga NKRI, persaudaraan, toleransi, keamanan, dan semangat gotong royong.
Bagi masyarakat, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang memastikan bahwa hasil perjuangan para pendahulu dapat dirasakan melalui kehidupan masyarakat yang semakin adil, sejahtera, aman, dan bermartabat.

Dari Dusun Jaten untuk Tulungagung dan Indonesia: berbeda organisasi, berbeda latar belakang, tetapi tetap satu dalam semangat persatuan dan kecintaan kepada NKRI. (Tim-Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *