TAMBAL SULAM JALAN DI BANYUWANGI DIPERTANYAKAN: KUALITAS TAK LAGI DIUTAMAKAN, ATAU SEKADAR FORMALITAS?

  • Bagikan

MataDunia.co.id | Banyuwangi — Perbaikan jalan dengan metode tambal sulam kembali menjadi perhatian. Kondisi pekerjaan yang terekam di Jl. Kalilo No.1, Singonegaran, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan dan efektivitas perbaikan infrastruktur jalan.

Dalam dokumentasi yang diperoleh MataDunia.co.id, terlihat aktivitas pengerjaan perbaikan jalan dengan sejumlah pekerja, truk pengangkut material, serta alat pemadat berada di lokasi.

Namun, persoalan yang menjadi sorotan bukan sekadar apakah jalan tersebut telah diperbaiki atau belum. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah:
Apakah kualitas benar-benar menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan perbaikan jalan, atau perbaikan hanya dilakukan sebatas memenuhi formalitas pekerjaan?
Jangan Sampai Hanya Sekadar “Yang Penting Ditambal”

Tambal sulam memang menjadi salah satu metode penanganan kerusakan jalan. Namun, kualitas hasil pekerjaan tentu menjadi bagian yang tidak dapat diabaikan.

Masyarakat membutuhkan jalan yang aman, nyaman dan memiliki daya tahan yang wajar. Jangan sampai jalan yang baru saja diperbaiki kemudian kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

Jika hal tersebut terjadi berulang, maka publik patut mempertanyakan efektivitas pekerjaan sekaligus pengawasan terhadap penggunaan anggaran.
Yang perlu dilihat bukan hanya berapa banyak lubang yang ditutup, tetapi berapa lama hasil pekerjaan tersebut mampu bertahan.

Publik Berhak Mempertanyakan Standar Pekerjaan
Karena pekerjaan infrastruktur berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan penggunaan anggaran publik, sejumlah hal tentunya layak mendapatkan penjelasan dari instansi terkait.

Di antaranya:
Apa standar teknis yang digunakan dalam pekerjaan tambal sulam tersebut?
Bagaimana kualitas material yang digunakan?
Berapa ketebalan material yang dihampar?
Bagaimana proses pemadatan dilakukan?
Siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan?
Apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan?
Berapa lama masa pemeliharaan pekerjaan tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai bentuk transparansi dan kontrol publik terhadap pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA :  ‎Dinas Pendidikan Jatim Resmi Larang Wisuda SMA/SMK Melalui Surat Edaran Yang Dikeluarkan

Sofiyandi: Kami Tidak Mencari Kesalahan, Tetapi Menjalankan Fungsi Kontrol Sosial
Sementara itu, Sofiyandi selaku Kepala Biro (Kabiro) Media MataDunia.co.id yang berada langsung di lapangan, menegaskan bahwa temuan tersebut menjadi bagian dari perhatian media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Menurut Sofiyandi, pihaknya tidak ingin terburu-buru memberikan kesimpulan mengenai kualitas pekerjaan sebelum mendapatkan penjelasan dari pihak terkait.

“Kami melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan. Yang menjadi perhatian kami bukan semata-mata jalan itu ditambal, tetapi bagaimana kualitas hasil pekerjaannya. Masyarakat tentu berhak mendapatkan infrastruktur yang baik karena pembangunan tersebut berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan anggaran negara,” ujar Sofiyandi.

Ia menegaskan, dengan adanya temuan di lapangan tersebut, MataDunia.co.id akan melakukan pemantauan dan fungsi kontrol sosial secara murni untuk kepentingan masyarakat dan pemerintah.
“Dengan adanya temuan ini, kami akan melakukan fungsi kontrol sosial yang murni untuk masyarakat dan pemerintah. Kami tidak sedang mencari-cari kesalahan siapa pun. Justru kami ingin memastikan pembangunan yang dilakukan pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan kualitas terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Sofiyandi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melihat perkembangan kondisi jalan tersebut setelah pekerjaan selesai.

“Kami akan lihat hasil akhirnya. Apakah pekerjaan tersebut benar-benar berkualitas dan mampu bertahan, atau justru kembali rusak dalam waktu yang relatif singkat. Itu yang akan kami pantau. Karena fungsi kontrol sosial tidak berhenti pada saat pekerjaan dilakukan, tetapi juga melihat manfaat dan hasilnya bagi masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Lanal Banyuwangi Bersama Tim Gabungan Menggagalkan dan Mengamankan Penyelundapan Satwa Liar di Pelabuhan Ketapang

MataDunia.co.id Buka Ruang Klarifikasi
Lebih lanjut, Sofiyandi menegaskan bahwa MataDunia.co.id tetap membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi bagi pemerintah daerah, dinas terkait maupun pihak pelaksana pekerjaan.

“Kalau memang pekerjaan sudah sesuai spesifikasi, silakan dijelaskan kepada publik. Kami siap memuat klarifikasi secara berimbang. Tetapi apabila memang ditemukan persoalan dalam kualitas pekerjaan, tentunya harus menjadi bahan evaluasi bersama,” katanya.

Menurutnya, pers tidak seharusnya hanya memberitakan ketika sebuah proyek dimulai atau ketika sebuah pembangunan diresmikan.
“Masyarakat punya hak untuk mengetahui.

Pemerintah juga membutuhkan kontrol agar program pembangunan berjalan dengan baik. Jadi kami akan menjalankan fungsi pers secara profesional. Kritik bukan berarti memusuhi pemerintah, tetapi bagian dari kontrol agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkas Sofiyandi.

Jangan Sampai APBD Hanya Berputar di Aspal
Pada akhirnya, publik menunggu jawaban dari pihak yang berwenang.

Apakah tambal sulam tersebut benar-benar merupakan solusi atas kerusakan jalan, atau hanya menjadi pekerjaan berulang yang suatu saat kembali membutuhkan anggaran?
Sebab, uang rakyat bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan seharusnya menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jangan sampai prinsipnya hanya “jalan sudah ditambal”, sementara kualitas dan daya tahan pekerjaan justru menjadi persoalan berikutnya.
Kualitas jangan dikalahkan oleh formalitas. Jalan rakyat harus diperbaiki untuk bertahan, bukan sekadar terlihat telah diperbaiki.

MataDunia.co.id akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jalan tersebut dan memberikan ruang kepada seluruh pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan kepada masyarakat.

read/biro banyuwangi/team

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *